Sudut Pandang Anna.Aku dan Vivian berjalan kembali ke pesta dengan langkah mantap. Lengan kami saling terkait, sebuah bentuk dukungan tanpa kata-kata yang memberiku kekuatan di setiap langkah."Kamu yakin kamu baik-baik saja?" bisik Vivian, jari-jarinya sedikit mengencang di lenganku, hangat dan protektif."Aku baik-baik saja," kataku sembari berusaha menampilkan senyum kecil.Saat itulah Henry muncul. Dia melangkah keluar dari kelompok kecil di dekat tangga utama dan berjalan ke arah kami dengan keanggunan alami yang selalu melekat padanya. Ekspresinya menyimpan sedikit kekhawatiran yang berasal dari kepedulian tulus, dan bukan sekadar rasa ingin tahu sosial."Anna," katanya saat mendekat, suaranya tenang dan sopan seperti yang sudah kuharapkan darinya. "Boleh aku bicara denganmu secara pribadi sebentar?"Vivian langsung menangkap maksudnya."Aku cari Adriel dulu," gumamnya, lalu kembali menggenggam lenganku dengan penuh dukungan. "Sampai jumpa nanti, ya?""Iya," jawabku dan memperha
続きを読む