Mengingat peringatan Argani semalam, niat membunuh yang lama terpendam di tubuh Jimmy langsung meledak. Dengan aura pembunuh yang mengerikan, dia bertanya dingin, "Siapa yang menyuruhmu membunuhku?"Pria itu hendak menjawab, tetapi baru saja membuka mulut, darah langsung menyembur dengan deras. Tubuhnya pun kejang semakin hebat. Setelah beberapa kali kejang, pria itu akhirnya mengembuskan napas terakhir.Dari awal sampai akhir, dia tidak mengucapkan satu kata pun."Aku ...."Menatap mayat di hadapannya, Jimmy tak bisa menahan diri untuk mengumpat dalam hati, 'Orang ini benar-benar sampah! Dengan kemampuan seperti ini masih berani datang membunuh orang? Sialan! Setidaknya sebutkan siapa yang mengirimmu, dong!'Saat Jimmy masih diliputi kekesalan, tiba-tiba terdengar erangan lemah dari dalam mobil. Masih ada orang di mobil?Hatinya langsung menegang. Jimmy segera berlari ke arah mobil. Begitu pintu dibuka, dia melihat Zisel terbaring di kursi belakang. Namun saat ini, Zisel sudah tidak s
Baca selengkapnya