“Tuan, ini laporan mingguan dari divisi logistik dan beberapa dokumen akuisisi lahan di Paris yang butuh tanda tangan basah Anda,” ucap Rian sambil membungkuk hormat, namun matanya tak bisa menyembunyikan rasa heran melihat bosnya dikelilingi manekin.“Letakkan di sana, di atas tumpukan kain perca itu,” sahut Adam tanpa menoleh. Ia sedang fokus menyatukan bagian bahu dari gaun utama. “Sampaikan pada direksi, saya sedang melakukan ‘riset operasional di lapangan’. Jangan ada yang berani mengganggu kecuali perusahaan akan bangkrut.”“Tapi Tuan, para pemegang saham mulai bertanya-tanya...”Adam berhenti menjahit, ia menoleh dengan tatapan yang sangat tajam meski wajahnya tampak kuyu. “Katakan pada mereka, saya sedang membangun masa depan Rajawali Jaya yang paling berharga. Sudah, sana pergi.”Cinta di Setiap JahitanBegitu Rian pergi, Adam kembali ke dunianya. Ia mengambil pena emasnya, menandatangani dokumen bernilai miliaran rupiah dengan cepat di atas meja potong kain, lalu segera
Mehr lesen