“Mana istrimu, Dam?” tanya Bu Sukma, tetangga Adam, sambil berdiri di ambang pintu.“Oh, dia lagi di kamar, Bu Sukma,” jawab Adam ramah sambil mempersilakan perempuan itu masuk.“Oh… pengantin baru, ya. Pantesan di kamar terus,” Bu Sukma terkekeh, menutup mulut dengan satu tangan. Tangan lainnya menjinjing kantong kresek yang isinya seperti biasa, berupa lembaran kain.“Dia lagi kerja, Bu,” Adam meluruskan dengan nada tenang.“Kerja? Kerja kok di kamar,” sahut Bu Latifah, tetangga satunya lagi, sambil ikut melongok ke dalam rumah. “Lagian, sudah masak belum? Masa belum masak jam segini, apa bedanya coba.”“Bu Sukma, Bu Latifah, silakan duduk dulu,” kata Adam, memilih tidak menanggapi pertanyaan itu. Ia mempersilakan mereka ke ruang tamu kecil yang juga menjadi tempatnya menerima pesanan jahitan.“Kalau istrimu di kamar terus, sama saja kamu kayak lagi melajang, Dam,” celetuk Bu Sukma, masih saja menggoda.“Enggak juga, Bu,” jawab Adam santai. “Sekarang saya punya teman di rumah. Dulu
Last Updated : 2025-12-13 Read more