"Bu, bisakah kita nggak membicarakan ini sekarang?" Suara Isla terdengar lembut tetapi penuh tekanan saat dia menempelkan ponsel lebih dekat ke telinganya. Dia menambahkan, "Besok, aku perlu beristirahat. Apalagi, aku juga nggak yakin Gabriel akan sempat datang. Akhir-akhir ini dia sangat sibuk."Di ujung telepon, nada suara ibunya terdengar tegas dan penuh kendali seperti biasa. Diana berucap, "Sayang, makan siang ini sangat penting bagi keluarga. Pastikan kamu nggak melewatkannya ya. Soal Gabriel, biar aku sendiri yang meneleponnya. Sampai di sini dulu."Sambungan telepon terputus sebelum Isla sempat mengatakan apa pun lagi. Dia menurunkan ponselnya perlahan dan menghela napas panjang. Rasa kesal menekan dadanya. Dia belum siap menghadapi siapa pun saat ini, baik ibunya, anggota keluarga lainnya, maupun dunia di luar rumahnya.Meskipun kebenaran sudah terungkap dan kesalahpahaman sudah dijelaskan, Isla tetap tidak bisa melupakan kenyataan menyakitkan bahwa Gabriel tidak memercayainya
Read more