Handoko tersenyum lebar, memperlihatkan deretan gigi kuningnya."Kamu teman nona kami. Dia sudah mewanti-wanti, aku harus memastikan keselamatanmu walaupun harus berkorban nyawa."Sampai di sini, Handoko tertawa canggung."Tapi nggak disangka, Tabib Dhana bukan cuma ahli pengobatan, tapi juga ahli bela diri, sudah sampai tingkat master. Memang salahku dan Keke yang terlalu nekat mengabaikan peringatanmu. Kami memohon maaf, Tabib Dhana."Wajah Handoko merah padam.Keke juga sama terkejutnya dan menambahkan, "Kak Dhana, kamu keterlaluan! Teknik bela dirimu sangat ahli begitu, tapi kamu diam saja, akhirnya kami terluka dan malu ...."Dia tiba-tiba berhenti.Saat dia menawarkan diri, Dhana sudah mengatakan dia bisa menangani urusannya sendiri tanpa campur tangan mereka.Tapi Keke tidak percaya, bersikeras ingin memamerkan kemampuannya.Setelah Keke terluka, Dhana juga menasihati Handoko untuk mundur dan membiarkan dia sendiri yang menangani masalah kecil ini.Tapi, tidak satu pun dari mere
続きを読む