"Ayo cepat," desak Dhana. "Apa kalian harus aku carikan cambuk, nanti kucambuk dulu baru mau jalan?""Ayo, ayo." Mawar berbalik, tangan kirinya menggandeng Ayu, tangan kanannya menggandeng Ratna, baru keempatnya pun pergi.Setibanya di rumah Mawar, Dhana langsung mengunci pintu depan.Melihat Dhana bertingkah misterius, mereka berdua semakin penasaran dan menatapnya dengan bingung.Setelah sampai di ruang tamu dan duduk, Dhana baru mulai bicara."Ada sesuatu yang sudah lama ingin aku sampaikan kepada kalian, tapi aku takut kalian nggak percaya atau nggak mau percaya, jadi aku selama ini belum pernah bilang.""Tapi, mengingat situasi sekarang, aku harus memaksa diriku."Setelah mengatakan itu, Dhana menatap Ratna."Aku mau tanya dulu. Waktu kita pergi jual ikan di pasar, kawanan preman Jono kan kuat, kenapa mereka mau bantu kita jual ikan?"Ratna memiringkan kepala, berpikir.Ini juga pertanyaan yang ingin dia tanyakan.Sejak pulang dari berjualan ikan, dia sudah berusaha memutar otak d
Baca selengkapnya