Compartir

Bab 341

Autor: Krisna
Angelica berbicara sambil menghela napas panjang.

Sebelum masuk ke dalam mobil, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Dhana tidak membawa apa-apa. Tapi barusan, Dhana mengeluarkan Rumput Raungan Naga entah dari mana hanya dengan lambaian tangan, seperti sihir.

Tabib Dhana ini mungkin benar-benar bisa membantunya.

Angelica tampak terkejut, sementara Dhana tetap tenang.

Jika satu batang Rumput Raung Naga tingkat sembilan saja sudah bisa menyapu bersih semua kontestan lain, maka ini sangat mudah.

Rum
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 342

    Dhana sedang mempertimbangkan apakah dia harus mengatakan tentang cincin di tangan Angelica sekarang, dan apakah Angelica akan setuju.Melihat Dhana tetap diam, Angelica menjadi cemas."Tabib Dhana, aku mohon, setujui permintaanku.""Asal kamu setuju, apa pun permintaanmu, katakan saja. Selama aku bisa, aku pasti akan memenuhinya.""Keluarga Sandya juga cukup berpengaruh. Berapa pun uang yang kamu inginkan, kalau aku nggak bisa mengeluarkan sendiri, aku pasti akan pulang dan meyakinkan Nenek.""Kumohon, Tabib Dhana ...."Dhana berpikir sejenak, lalu berkata, "Nona Angelica, berdasarkan penjelasan dan video yang baru saja kamu tunjukkan padaku, aku yakin seratus persen bisa membantumu menang dalam kompetisi."Dari ucapan Dhana, dia sepertinya setuju.Angelica buru-buru mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, Tabib Dhana. Kamu belum menyebutkan syarat apa pun. Silakan sampaikan syaratmu."Dhana menundukkan matanya dan menatap tangan Angelica."Nona Angelica, aku ingin ini."Angelica tid

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 341

    Angelica berbicara sambil menghela napas panjang.Sebelum masuk ke dalam mobil, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Dhana tidak membawa apa-apa. Tapi barusan, Dhana mengeluarkan Rumput Raungan Naga entah dari mana hanya dengan lambaian tangan, seperti sihir.Tabib Dhana ini mungkin benar-benar bisa membantunya.Angelica tampak terkejut, sementara Dhana tetap tenang.Jika satu batang Rumput Raung Naga tingkat sembilan saja sudah bisa menyapu bersih semua kontestan lain, maka ini sangat mudah.Rumput itu berlimpah ruah di Dimensi Teratai.Butuh sebanyak apa pun ada.Selain Dimensi Teratai tingkat sembilan, di Dimensi Teratai juga terdapat banyak tumbuhan aneh dan langka. Dulu, Dhana mengira semuanya hanyalah rumput liar.Ternyata, semua itu adalah harta berharga.Dimensi Teratai sebenarnya menyimpan berapa banyak harta berharga?Mungkinkah, di mana pun mata memandang, semuanya berharga?"Nona Angelica, Rumput Raung Naga tingkat sembilan ini apa benar-benar bisa membantumu? Perhatikan lag

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 340

    "Karena kamu ahli pengobatan yang hebat, pasti kamu juga sangat ahli dalam ramuan obat. Aku butuh bantuanmu.""Begini ceritanya ...."Setelah memastikan identitas Dhana, Angelica menjelaskan secara detail selama lima menit apa yang dia perlukan dari Dhana.Angelica adalah putri sulung Keluarga Sandya dari Provinsi Dira.Keluarga Sandya bergerak di bidang bisnis tanaman herbal dan bahan obat.Dan kali ini, Keluarga Sandya menghadapi kesulitan. Beberapa keluarga lain yang juga bergerak di bidang yang sama memberi tekanan pada Keluarga Sandya.Beberapa keluarga besar itu akan mengadakan sebuah acara yang disebut 'Kompetisi Herbal Spiritual'.Yang dimaksud dengan 'Kompetisi Herbal Spiritual' adalah beberapa keluarga besar tersebut masing-masing memamerkan kepada semua orang tanaman herbal hasil budidaya mereka.Kemudian, semua orang akan memilih keluarga mana yang ramuannya paling berharga. Semakin tinggi nilainya, semakin diakui oleh semua orang.Pemenang akhir Kompetisi Herbal Spiritual

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 339

    Sambil mengatakan itu, Dhana membuka keran air, membersihkan sisa-sisa noda darah, lalu baru mendekati wanita asing itu dan duduk di seberangnya.Melihat Dhana mendekat, wanita itu segera berdiri."Tabib Dhana, izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Angelica, dari Keluarga Sandya di Provinsi Dira. Aku datang khusus untuk meminta bantuan darimu.""Tabib Dhana, bisa aku bicara pribadi denganmu? Asalkan kamu bisa membantu menyelesaikan masalahku, aku bersedia membayar sebanyak apa pun yang kamu minta!"Sehebat apa Keluarga Sandya ini?Sejujurnya, Dhana tidak tahu.Tapi, nama Angelica terdengar sangat indah.Dari nada bicaranya, Dhana bisa menebak bahwa putri Keluarga Sandya ini yang berani membayar berapa pun pasti sangat kaya.Dia hanya bertanya-tanya apakah kekayaannya lebih besar daripada Yuna."Nona Angelica, di sini nggak ada orang luar. Ada masalah apa, silakan dibicarakan di sini. Kamu butuh pengobatan, atau butuh resep ramuan? Kalau aku bisa membantu, aku akan berusaha semaksimal

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 338

    Saat dia menyentuh hidungnya, ternyata ada bercak berdarah.Dhana merasa sangat malu.Hidungnya ini sungguh payah, langsung berdarah begitu melihat wanita cantik.Tapi, Dhana juga tidak bisa disalahkan. Dia hanya pria normal. Bunga teratai dalam dirinya sangat bersemangat tadi, sehingga dia tidak sabar dan menggunakan Mata Roh Teratai untuk memeriksa wanita itu, hingga akhirnya memeriksa hal-hal yang tidak seharusnya ikut diperiksa.Dan benar saja, hidungku kambuh lagi."Uhuk, uhuk ...." Dhana batuk untuk menyembunyikan rasa malunya. "Maaf, aku beberapa hari ini terlalu banyak makan makanan berlemak, jadi agak panas dalam."Mawar berdiri di samping dan buru-buru memberikan tisu kepada Dhana.Tapi dalam hatinya, dia mengutuk Dhana.‘Adik sombong ini langsung mimisan begitu melihat wanita cantik. Sepertinya, aku harus mencari waktu untuk membantunya meredakan panas dalamnya secara menyeluruh, biar nggak bikin malu lagi.’‘Baru sekilas pandang saja sudah mimisan. Kalau ditunggu beberapa m

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 337

    Tiga tahun, kalau tidak ketemu semua, seluruh penghasilan dan wanita-wanita cantik yang mengelilinginya akan sia-sia saja.Terutama Yuna, wanita yang dia baru dapat . Kalau dalam tiga tahun ini dia tidak bisa mengumpulkan semua kelopak bunga, Dia akan mati. Sungguh sangat tragis.Lagi pula, kenapa harus tiga tahun?Andai saja 30 tahun!Saat pikiran Dhana sedang kacau, terdengar suara mobil di depan pintu, lalu sebuah Mercedes-Benz G-Class hitam berhenti di depan rumahnya.Dia berdiri dan melihat dua pria berotot turun dari kursi pengemudi dan penumpang depan, mengenakan setelan jas, tampak gagah dan berwibawa.Pria di kursi penumpang depan membukakan pintu belakang.Pertama-tama, muncul sepasang sepatu hak tinggi merah. Di atasnya terdapat sepasang kaki panjang, yang dibalut stoking berwarna kulit.Dhana terkejut ketika wanita itu keluar dari mobil.Rambutnya disanggul dan dia mengenakan kacamata hitam.Lehernya yang panjang dan putih dihiasi kalung berlian berkilauan, bagaikan angsa p

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 37

    Saat itu, Dhana berdiri hanya mengenakan celana dalam.Otot-ototnya yang kekar itu sangat menarik perhatian.Ratna segera berkata, "Jangan berdiri saja, cepat pakai bajumu. Kalau ayahku lihat, nanti dia kira kamu mau macam-macam kepadaku."Dhana membantu Ratna berdiri dan memapahnya agar duduk lebih

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 29

    "Ingat kata-katamu sendiri. Kalau nggak, rasakan akibatnya."Dengan itu, Dhana melemparkan pisau ke tanah sebelum melompat ke udara. Dia menghilang dari hadapan Anton dalam sekejap.Anton tercengang menyaksikannya.Satu menit berlalu sebelum Anton bisa mengumpulkan tenaga untuk bergerak.Sekujur tub

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 36

    Dhana terjun ke danau, menimbulkan bunyi ceburan air.Suara Ratna terdengar dari belakang."Hati-hati, jangan memaksakan diri kalau nggak bisa!"Menangkap ikan biasa dengan tangan kosong memang mungkin. Tapi, untuk menangkap ikan besar dan membawanya ke darat butuh kekuatan yang super ekstra.Ratna

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 33

    Dia sendiri sering menangkap ikan. Melihat pemandangan itu, dia tahu setidaknya ada beberapa ikan di dalam jaring, dan tentu saja ukurannya tidak kecil.Ratna sedikit termangu. Matanya berkilau dengan kagum, tidak bisa melepaskan pandangannya dari Dhana. Dia berbisik dengan antusias."Kamu beneran b

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status