"Ah" "Ah" "Berhenti!!! Shhhh sakit. pak Langga." Namun, Langga seolah tuli, ia sama sekali tidak mendengar suara permohonan gadis di bawahnya. Ia terus memompa mengikuti ritme nalurinya. Sesekali ia mendesis, merasakan nikmat yang luar biasa. Tangannya mencengkram punggung Febi, memaju mundurkan miliknya. Febi mengerang penuh nikmat, sesekali merasakan sakit di bagian intinya karena sesuatu yang belum pernah di rasakan menembus intinya sana. Keringat membanjiri tubuh keduanya yang sama-sama polos, membuat ruangan itu semakin panas. "Saaakit... Ahhh" "Eghhh." Langga di atasnya membungkam bibir gadis itu, membuat bibir yang akan berbicara lagi itu jadi terdiam, ia hanya mampu pasrah, tanpa tau membalas apa. Karena gadis itu juga sama sekali tidak pandai dalam hal seperti ini. Langga di terus memompa, memaju mundurkan miliknya yang kokoh, bahkan tidak peduli dengan rengekan serta air mata yang keluar dari mata gadis itu. Yang ia mau hanya sebuah kenikmatan yang baru
Última atualização : 2026-03-11 Ler mais