Bulu kuduk Febi langsung meremang. Dominasi Langga membuatnya langsung terdiam.Pria ini terlalu dekat! Febi bahkan bisa merasakan napas hangat milik Langga di samping lehernya. Langga tidak menyentuhnya sama sekali, namun itu cukup membuat Febi bergetar.“Pak…?”Suaranya nyaris tak terdengar. Lebih seperti hembusan yang lolos tanpa sengaja dari sela bibirnya.Febi meremas kedua tangannya. Jari-jarinya saling bertaut, kuku menekan kulit sendiri hingga memucat. Ia menunduk, tidak berani menatap pria yang ada di depannya ini. Ruangan itu sangat sepi, hanya terdengar suara detak jantung Febi yang tak karuan. Febi berharap suara debarannya tidak dapat terdengar Langga. Febi menghembuskan nafasnya berulang kali, mencoba menetralkan detak jantungnya, namun sial, jantungnya sama sekali tidak mau bekerjasama dengannya. Dan Langga, pria itu tidak langsung menjauh.“Pak Langga, jangan seperti ini! Ini di dalam kampus,” Febi memberanikan diri untuk bersuara, meski masih menunduk.Febi dapat
Dernière mise à jour : 2026-02-26 Read More