Langga berdiri di sudut teras, matanya menatap tajam ke arah Dalung dan Febi yang tengah asyik bermain kembang api. Wajahnya mengeras, bibirnya mengekang amarah yang sulit disembunyikan. Ia memperhatikan bagaimana Dalung dengan mudahnya tertawa lepas, sesekali menyulut kembang api yang memercik warna-warni di udara malam. Febi pun tak kalah ceria, wajahnya berseri-seri tanpa sedikit pun memperlihatkan rasa keberatan atas kehadiran Dalung. Langga kemudian duduk di kursi kayu yang agak terpisah, menarik kaleng soda dari meja kecil, dan menyesapnya perlahan, seolah mencoba menenangkan diri. Namun, tatapan sinisnya tetap terpaku pada keduanya, menahan gelombang perasaan terluka dan iri yang membuncah di dada. Dalam hatinya, Langga bertanya-tanya sejak kapan Dalung, yang hanya asisten biasa, bisa sebebas itu merangkul Febi, bahkan mengabaikan keberadaannya. Ya, Dalung memang Langga angkat sebagai asisten Febi, agar mempermudah semuanya. Terlebih pria itu yang mengenalkan mereka dulu. Jad
Última atualização : 2026-04-08 Ler mais