Setelah percintaan panas yang kembali mereka lakukan, Langga akhirnya berguling di samping Febi. Nafasnya masih berat, akibat rasa yang menggebu-gebu yang baru saja ia rasakan.Tangannya bertumpu, matanya yang tajam menatap Febi. “Mas, aku capek.” Ucap Febi pelan, nafasnya bahkan ngos-ngosan, Febi di buat kelimpungan dengan percintaan yang Langga lakukan. Pria itu sangat kuat sekali. Febi takut saja, jika Langga meminta ronde-ronde selanjutnya, karena jujur saja ia lelah sekali. Langga terkekeh pelan, menikmati wajah cantik yang tampak sangat kelelahan itu, dan sialnya, malah membuat Langga ingin lagi. Namun, ia menahannya, ia tahu Febi sedang amat kelelahan. “Yasudah tidur. Besok pagi-pagi kita harus packing barang-barang. Karena siangnya kita sudah pulang.” Kata Langga.Matanya yang terpejam jadi terbelalak, Febi menoleh ke arah Langga, Febi baru tau kalau esoklah mereka pulang. Ia pikir masih lama berada di sini. “Loh, kita udah mau pulang kah?” Tanya Febi. Langga menghela nafas
Dernière mise à jour : 2026-04-16 Read More