Mendengar perkataan Febi, membuat nafas Dalung tercekat, ia jadi merasa bersalah dengan gadis itu, karena semula bermula dari dirinya, yang sebelumnya menawarkan gadis itu menjadi sugar baby seseorang, dan Dalung juga ikut menikmati hasil dari Febi bekerja. “Aku udah kayak gini. Jadi nggak akan mungkin ada yang mau sama aku. Aku juga merasa kecil sama siapapun.” Kembali suara Febi terdengar lirih, membuat Dalung semakin membendung rasa bersalah dalam dirinya. “Setiap orang berpasangan Feb. Nggak mungkin elo bakalan terus ngejomblo seumur hidup ini.” Dalung mencoba berbicara tenang walaupun di hatinya bergemuruh sesuatu. Febi menggelengkan kepalanya kencang, hidupnya sudah habis, dan ia hanya seorang wanita hina yang tidak pantas untuk siapapun. “Siapa yang mau sama orang kayak aku, Lung? Di dunia ini bahkan banyak wanita cantik dan baik. Sedangkan aku?” Febi menunjuk dirinya sendiri, tatapannya sendu membayangkan kehidupan mendatang yang sepertinya tidak akan berjalan mulus, ia b
Huling Na-update : 2026-04-15 Magbasa pa