Febi terkejut yang membuat seluruh tubuhnya menegang seketika, seperti kabel yang dialiri arus tiba-tiba. Sore itu matahari belum sepenuhnya turun, tapi cahayanya sudah melembut. Bayangan pepohonan akasia memanjang di atas paving block, dan angin berhembus pelan membawa bau tanah yang baru saja disiram petugas kebersihan. Tangannya refleks meremas tali tas yang menggantung di bahu, sangat kuat. Sampai buku-buku di dalamnya sedikit bergeser dan menekan punggungnya. Suara itu. Suara yang sangat ia hafal. Suara yang pernah mengisi hampir seluruh harinya dulu. Dia “Lihat cewek lo noh.” Suara lain terdengar lebih dekat. Lebih nyata. Sedikit serak dan terdengar kesal. Febi tidak langsung berani menoleh. Jantungnya masih berdetak sangat kencang. Ia bisa merasakannya sampai ke tenggorokan. Seorang pemuda berdiri beberapa meter darinya. Rambutnya agak panjang dan sedikit berantakan namanya Farhan– sahabat Samuel, pacar Febi. Ia menyodorkan ponsel ke arah Febi, layar menghadap ke w
Última atualização : 2026-03-14 Ler mais