Lantai 15 gedung Treasury Tower adalah dunia yang berbeda. Tidak ada marmer Italia yang mengkilap, tidak ada mesin kopi otomatis yang mendesis, dan tidak ada pemandangan langit Jakarta yang biru.Ruangan Divisi Back Office itu luas, disekat-sekat oleh partisi abu-abu kusam setinggi dada. Lampu neon putih berdengung pelan di langit-langit rendah. Udaranya dingin dan kering, berbau kertas karbon dan debu elektronik.Di sini, karyawan tidak saling sapa dengan ramah. Mereka adalah mesin penginput data, verifikator transaksi, dan admin yang bekerja dalam kebisuan. Mereka memakai kemeja yang tidak disetrika licin, sepatu yang nyaman untuk berjalan cepat, dan kacamata tebal akibat terlalu lama menatap layar.Soraya duduk di cubicle paling pojok, dekat pilar beton besar. Meja kerjanya sempit, penuh dengan tumpukan formulir aplikasi nasabah yang harus diverifikasi manual."Ini tumpukan untuk hari ini," kata supervisor barunya, Pak Dedi, pria paruh baya yang buncit dan terlihat lelah hidup
Terakhir Diperbarui : 2026-01-01 Baca selengkapnya