Pagi hari di Jakarta biasanya dimulai dengan ketergesa-gesaan. Tapi pagi ini, Soraya duduk tenang di meja makan kontrakannya, menyesap teh hangat sambil memangku laptop yang layarnya gelap. Dia mengenakan piyama santai, bukan kemeja kerja sutra atau rok pensil ketat."Lho, Nduk? Kok belum mandi? Nggak ngantor?" tanya Ibu Wati heran saat keluar dari dapur membawa gorengan. Jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh lewat. Biasanya jam segini Soraya sudah lari mengejar kereta atau dijemput mobil mewah.Soraya meletakkan cangkir tehnya. Dia sudah menyiapkan skenario ini semalam suntuk."Hari ini Soraya Work From Home, Bu. Kerja dari rumah," jawab Soraya santai, mengoleskan selai ke roti tawar. "Pak Haryo bilang proyek analisisnya lagi tahap review, jadi data bisa diolah dari jauh. Sekalian irit ongkos.""Oh, gitu to? Wah, enak ya jaman sekarang. Kerja bisa sambil dasteran," Ibu Wati tertawa renyah, percaya sepenuhnya. "Ya sudah, Ibu mau ke pasar dulu. Kamu mau nitip apa buat makan
Terakhir Diperbarui : 2025-12-30 Baca selengkapnya