Tiga hari berlalu sejak Soraya menghancurkan hati Gilang di proyek ruko CipeteTiga hari itu Soraya jalani seperti robot. Bangun pagi, sholat, berangkat kerja ke lantai 15 Treasury Tower, menginput data sampai mata perih, pulang, tidur. Tidak ada lagi air mata. Tidak ada lagi rasa takut.Hatinya sudah dia bekukan di dalam lemari es, tepat di sebelah kotak sisa makanan.Siang ini, suasana di Divisi Back Office sedikit berbeda. Pak Dedi, supervisor yang biasanya lesu, terlihat tegang. Dia merapikan mejanya yang berantakan, menyisir rambutnya yang tipis, dan menegur karyawan yang mengobrol."Rapikan meja kalian," perintah Pak Dedi. "Direksi mau sidak ke bawah."Soraya tidak peduli. Dia tetap mengetik. Direksi siapa? Haryo? Haryo tidak pernah mau menginjakkan kaki ke basement ini.Tiba-tiba, pintu kaca divisi terbuka.Aroma parfum citrus yang sangat familiar menyeruak masuk, mengalahkan bau debu kertas.Soraya menghentikan ketikannya. Jari-jarinya membeku di atas keyboard.Dosen
Last Updated : 2026-01-03 Read more