Masukkisah tentang penebusan dosa yang dibayar dengan dosa baru, di mana akhir bahagia tidak ditemukan di pelaminan, melainkan dalam kesetiaan tersembunyi sebagai kekasih gelap abadi. Soraya Adhitama terpaksa menukar harga dirinya dengan nilai A dan uang dari tiga dosen penguasa kampus: Subagyo yang korup, Rian yang manipulatif, dan Brata yang dingin namun logis. Dan di hadapan Gilang dan istri sah yang menyerah kalah, Soraya dihadapkan pada pilihan yang paling berdosa: Lari menjauh demi moralitas, atau merengkuh cinta terlarang itu selamanya?
Lihat lebih banyakEnam tahun kemudian. Wajah Jakarta telah berubah. Gedung-gedung pencakar langit baru bermunculan seperti jamur di musim hujan, jalan tol semakin bertingkat meliuk-liuk di angkasa, dan denyut kota metropolitan ini terasa semakin cepat. Namun, di tengah perubahan yang konstan dan bising itu, ada satu hal yang tetap tidak berubah. Sebuah rutinitas sunyi setiap hari Jumat siang di sebuah unit apartemen di Kuningan. Soraya berdiri di depan cermin besar di kamar tidurnya. Dia menatap pantulan dirinya sendiri dengan kritis namun damai. Sehelai uban perak mulai terlihat samar di antara rambut hitamnya yang kini dipotong pendek sebahu. Gaya rambut ini jauh lebih praktis untuk seorang Dekan Fakultas Ekonomi yang sibuk sepertinya. Ada kerutan halus yang mulai muncul di sudut matanya. Itu adalah jejak dari ribuan jam yang dihabiskan untuk membaca data, mengajar mahasiswa, dan menahan tawa atau tangis selama bertahun-tahun. Usianya sudah menginjak 44 tahun. Dia masih sendiri. Setida
Jumat siang di Jakarta Selatan. Hujan deras mengguyur kota tanpa ampun, menciptakan kemacetan panjang di jalan-jalan protokol. Suara klakson dan deru mesin samar-samar terdengar dari kejauhan, teredam oleh ketebalan kaca jendela apartemen lantai 35. Namun, di dalam unit apartemen Soraya, dunia terasa berbeda. Suasana begitu tenang, hangat, dan melambat. Aroma lilin vanilla bercampur dengan bau hujan yang lembab menciptakan kepompong kenyamanan yang membuai. Gilang berbaring di sofa panjang ruang tengah. Kepalanya berbantalkan paha Soraya yang terasa empuk. Matanya terpejam rapat, nafasnya teratur naik-turun. Dia tidak sedang tidur, hanya sedang melakukan ritual mingguannya: mengistirahatkan pikiran dari hiruk-pikuk dunia konstruksi, tuntutan klien yang rewel, dan tentu saja, sandiwara rumah tangga yang melelahkan. Soraya duduk bersandar dengan nyaman. Satu tangannya memegang tablet, membaca berita ekonomi global tentang fluktuasi pasar saham Asia, sementara tangan lainnya berger
Sejak malam ulang tahun Gilang yang penuh dosa dan kejujuran itu, rutinitas mereka kini terbentuk seperti mekanisme jam tangan buatan Swiss. Semuanya berjalan presisi, tersembunyi, dan sangat efisien. Soraya menjalani hari-harinya sebagai Profesor yang dihormati di kampus, mengajar mahasiswa dengan wajah tegak dan berwibawa. Gilang menjalani harinya sebagai Arsitek sukses dan Ayah teladan bagi ketiga anaknya. Namun, di sela-sela dua kehidupan yang tampak sempurna itu, ada celah waktu sempit yang mereka curi. Sebuah celah di mana mereka bisa menjadi "suami-istri" bayangan di apartemen Kuningan. Malam ini, rutinitas itu sedikit terganggu. Soraya tidak berada di apartemennya menunggu Gilang. Dia sedang duduk di restoran View di Fairmont Hotel, mengenakan gaun malam berwarna navy yang sopan namun membalut tubuhnya dengan elegan. Di hadapannya, duduk Pak Prasetyo. Pria itu adalah duda tanpa anak, seorang diplomat senior yang baru saja pulang dari penempatan di Eropa. Dia juga tema
Ulang tahun ke-38 Gilang dirayakan dengan meriah di rumah Bintaro. Amara, sebagai istri yang berbakti dan citra sempurna dari sebuah keluarga bahagia, menggelar pesta kebun di halaman belakang rumah mereka.Balon-balon berwarna emas dan hitam menghiasi taman. Meja prasmanan penuh dengan makanan katering mahal, dan tamu-tamu, mulai dari rekan bisnis, kerabat, hingga tetangga, tumpah ruah memberikan selamat."Selamat ulang tahun, Sayang." Amara mencium pipi Gilang di depan semua orang saat sesi pemotongan kue.Wanita itu tersenyum lebar, memegang pisau kue bersama suaminya. Kamera fotografer sewaan mengabadikan momen itu. Cekrek.Gilang tersenyum. Sebuah senyum yang sudah dia latih di depan cermin selama berbulan-bulan. Senyum "Suami Bahagia"."Makasih, Ra," jawab Gilang.Dia memotong kue tart cokelat itu, memberikan suapan pertama pada Amara, lalu pada Naya, Juna, dan si bungsu Kania. Tepuk tangan membahana. Musik akustik mengalun. Semua orang tertawa.Akan tetapi, di dalam kep
Pukul sebelas malam lewat sepuluh menit. Apartemen Soraya di Kuningan hening, seolah menahan napas menunggu badai datang. Di luar, hujan gerimis masih turun, membasahi kaca jendela lantai 35 dengan jejak-jejak air yang memanjang seperti air mata. Soraya berdiri di depan pintu unit apartemennya. D
Jalan tol lingkar luar Jakarta malam itu cukup lengang, membiarkan Gilang memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Bintaro. AC mobil menyala maksimal, tapi keringat dingin tetap membasahi punggungnya yang menempel di jok kulit.Gilang menyetir dengan satu tangan. Tangan kirinya sesekali merab
Bau antiseptik yang tajam di IGD RS Hasan Sadikin Bandung membangkitkan memori lama Soraya. Memori saat dia menunggu operasi Dimas bertahun-tahun lalu. Bedanya, dulu dia menunggu dengan putus asa karena tidak punya uang. Sekarang, dia menunggu dengan uang yang melimpah di rekening, namun dengan hat
Jalanan Dago Pakar yang berkelok curam menjadi sirkuit maut siang itu. Kabut tipis yang mulai turun menambah licin aspal, namun dua mobil SUV melaju seolah sedang mengejar setan.Di depan, Mitsubishi Pajero Sport putih milik Gilang membelah jalan dengan kecepatan yang tidak masuk akal untuk jalanan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.