Lantai 15 Treasury Tower berdengung monoton. Tidak ada musik jazz, tidak ada aroma kopi mahal, hanya suara ketikan keyboard yang bersahutan seperti hujan di atap seng.Soraya menatap tumpukan formulir nasabah di mejanya. Sudah jam tiga sore, dan dia baru menyelesaikan separuh target harian. Matanya perih, punggungnya pegal. Dulu, saat menjadi "asisten" Rian, jam segini dia mungkin sedang duduk di kafe sambil memegang iPad, pura-pura sibuk. Sekarang, dia benar-benar sibuk dengan pekerjaan yang tidak ada glamor-glamornya."Mbak Soraya, ini ada retur data dari pusat. Tolong verifikasi ulang, ya. Tanda tangannya beda sama KTP," Pak Dedi meletakkan berkas baru di meja Soraya."Baik, Pak," jawab Soraya otomatis.Dia mengambil berkas itu. Mengeceknya teliti. Dulu, dia akan mengeluh. Sekarang, dia melihat berkas ini sebagai... penebusan. Setiap lembar kertas yang dia proses dengan jujur adalah satu langkah menjauh dari masa lalunya yang kotor.Pukul lima sore. Jam pulang kantor.Soraya
Terakhir Diperbarui : 2026-01-04 Baca selengkapnya