“Sadar, Pak. Ada CCTV, loh.” Dibalik telapak tangannya yang masih menutup wajah, telunjuk Leena terangkat menunjuk ke arah kamera pengawas di sudut lift.“CCTV itu buta!” balas Zayn cepat, seakan pria itu yakin kalau kamera pengawas itu tak berfungsi.Lift akhirnya bergerak membawa keduanya hingga lantai empat. Sebelumnya, Zayn diam-diam sudah menekan kembali tombol angka tiga, membuat perjalanan lift sedikit lebih lama.Begitu mendengar pintu lift terbuka di lantai berikutnya, spontan Zayn melepas rengkuhannya. Suara dentingan pintu yang bergeser seakan memaksa keduanya kembali ke realita. Di depan lift, sekelompok mahasiswi sedang menunggu giliran. Jumlahnya sekitar lima orang. Begitu melihat siapa yang ada di dalam, manik mata mereka langsung berbinar.“Eh, Bapak! Pagi Pak ganteng… eh, maksudnya Pak Zayn,” sapa salah satu gadis dengan nada yang dibuat manis, diiringi gerakan memainkan ujung rambut.Zayn hanya menyeringai tipis. Senyum itu terlihat sekadar formalitas, lalu ia meng
Last Updated : 2026-01-29 Read more