“Na! Leena!”Panggilan lantang itu memecah suasana dari kejauhan, refleks Leena dan Zayn tersentak bersamaan. Leena langsung mundur menjauh. Sementara Zayn berdehem sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, seolah tak terjadi apa-apa. Yang memanggilnya rupanya Evan. Sahabatnya itu berlari menghampiri. Nafasnya terengah, wajahnya panik seperti habis maraton. “Na! Akhirnya nemu juga,” katanya sambil sedikit membungkuk, mencoba menstabilkan nafas.Leena menatap bingung, “Kenapa emang, Van?”Evan menggaruk tengkuknya, gelagatnya canggung. Begitu mendengar dari mahasiswa lain kalau Leena sedang bersama Zayn, ia refleks mencari Leena ke seluruh penjuru kampus untuk memastikan. Evan sadar, Zayn nampak tampan dan mudah disukai orang. Membayangkan kedekatan Leena dengan Zayn, hati Evan panas. Ia merasa cemburu.‘Gue nggak akan ngebiarin Leena jauh dari gue!’ batin Evan.“Ehm … ke kafe bareng yuk?” ajak Evan, bahkan tak menyapa Zayn. Mendengar itu, Leena melirik keduanya bergantian. Ada
Last Updated : 2025-11-10 Read more