Perut Papa mual.” Dengan susah payah, Bricia membawanya kembali ke meja makan dan membantu Eric duduk. “Bri telepon Om Lennon dulu,” ucap Bricia cepat sambil meraih ponsel. “Sepertinya asam lambung Papa naik.” Tak sampai lima belas menit, Lennon tiba. Ia membawa perlengkapan infus, ia sudah tahu betul kondisi Eric seperti apa jika stresnya menumpuk. Setelah pemeriksaan singkat, Eric dibaringkan di ranjang. Cairan infus dipasang, disusul obat penunjang untuk meredakan asam lambungnya. Lennon keluar dari kamar, Bricia mengikutinya. “Papamu stres berat, Bri,” ucap Lennon pelan. Bricia menghela napas panjang. “Memang, Om. Soalnya Louisa pergi.” “Louisa?” Lennon mengernyit. “Iya. Papa berulah… dan Louisa memilih pergi.” Raut Lennon mengeras samar. Ia tentu tahu kisah Eric. Tentang Diana, Louisa, dan tentang saran yang pernah ia berikan agar Eric menikahi Louisa. Namun saran yang ia berikan dulu ditolak mentah-mentah. “Kalau begitu,” gumam Lennon lirih, “ini bukan cuma asam lambun
آخر تحديث : 2025-12-19 اقرأ المزيد