“ Kamu nggak balik ke kafe kamu, Ndrew?” Mereka baru saja tiba di rumah Eric. Begitu Eric dan Andrew duduk, pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Eric, terdengar santai, tapi nadanya jelas mengandung isyarat halus agar Andrew segera pergi. Andrew menyandarkan punggungnya, lalu menghela napas panjang seolah benar-benar kelelahan. “Tunggu sebentar kalau mau ngusir aku,” katanya santai. “Kasih aku waktu meluruskan pinggang dulu. Dari tadi mondar-mandir nggak jelas.” Eric hanya melirik kesal. Ia sendiri tak sepenuhnya berniat mengusir, tapi entah kenapa ada rasa tak enak yang tiba-tiba menggelitik dadanya. Perasaan kesal itu muncul tanpa sebab yang jelas dan sasarannya adalah Andrew. “Minum dulu, Om, Pa,” ujar Bricia, ia meletakkan dua cangkir teh hangat yang masih mengepul di meja. Eric meraih cangkirnya, tapi sebelum sempat menyesap, ia menoleh pada putrinya. “Louisa mana, Bri?” “Fyuh!” Bricia mengembuskan napas kasar. “Bri udah bilangin buat istirahat, tapi Lou
Last Updated : 2026-01-25 Read more