Pertanyaan itu bagaikan badai yang menghantam tubuh mereka secara tiba-tiba. Nawang menatap Kenanga lama, kaget. seolah bertanya-tanya mengapa gadis itu mempertanyakan hal seperti itu? Apa ia memahami perasaan Nawang selama ini? Sementara Kenanga dengan sikap santainya hanya diam sembari menunggu Nawang menjawab pertanyaannya. "Aku tahu, Gusti Rara. Aku sudah bisa merasakannya. Sejak kau kembali ke Kadipaten Lasem, memulai segalanya dari awal, aku mulai merasakan perubahan yang berbeda darimu. Bukan seperti yang selama ini orang-orang pikirkan tentang dirimu. Mereka menganggapmu kehilangan ingatan sampai berubah sikap dan sifat karena keracunan itu. Tetapi... semakin hari aku semakin mengerti, bahwa kau memang bukan Putri Nawang yang dulu aku kenal. Entah dunia sedang mempermainkan apa, tetapi... aku tahu kau bukan Nawang. Kau... orang lain, bukan?" Kenanga menjeda perkataannya. Ia menghela napas, kemudian melanjutkan lagi."Dan tentang hatimu, akupun mulai memahami, siapa yang ada d
Read more