“Ini dimana, sih? Kerajaan jawa? Orang-orang terus aja ngelihatin aku, nurut-nurut doang. Ih, sumpah, nggak nyaman banget!” Ia mendengus, langkahnya semakin cepat. Wajah Alea tampak gelisah. Begitu menapaki lorong panjang, pandangannya segera tertuju pada para perempuan yang berlalu-lalang. Mereka semua mengenakan kebaya dan jarik, rambut tersanggul rapi, langkahnya tertata anggun. Setiap berpapasan dengan Alea, mereka menunduk sopan, namun tak jarang dari mereka berbisik-bisik. Alea tertegun, kedua matanya membesar. “Apa semua ini? Kenapa semua orang pakai kebaya? Aku... aku lagi mimpi, kan? Aku mimpi syuting drama kolosal, kan?” gumamnya panik. Dadanya berdebar, jari-jarinya mencengkeram kain yang ia kenakan. Semakin ia melangkah, semakin banyak orang yang menunduk hormat padanya. Rasa takut mulai merayap, seolah ia terjebak dalam dunia asing. Di belakangnya, beberapa dayang mengekor dengan setia. Mereka menjaga jarak, namun tetap mengikutinya ke mana pu
Terakhir Diperbarui : 2026-01-14 Baca selengkapnya