Bian hendak masuk menyusul Aqilah, tapi suara cempreng yang memanggilnya, membuat langkahnya berhenti lalu menoleh."Bang Bian, aku bawain makan siang buat kamu." Bukan, bukan Ayu, tapi Karin, anak pemilik warteg yang tak jauh dari bengkel. Dengan senyuman khasnya, berjalan lenggak lenggok mendekati Bian, dengan sekatong keresek berisi makanan.Heis, kenapa juga cewek centil itu datang, ujar Bian dalam hati."Aku bawain ayam bakar kesukaan Abang. Gak lupa pakai sambal terasi sama lalapan," ujarnya penuh semangat dengan senyum lebar. Tak lupa mengangkat kantong keresek berisi makanan yang aroma sedapnya sudah bisa tercium."Buat kita ada juga gak?" tanya Putra."Ada," sahut Karin cepat. "Sana ke warung ibu, masih banyak makanan. Tapi jangan lupa, bawa uang.""Ish, beli dong jatuhnya," sahut Putra."Ya iyalah. Namanya juga ke warung, ya beli," sahutnya nyolot."Bos aja di kasih gratis.""Iri?" tanya Karin."Ya iyalah.""Ya udah, besok aku kasih gratis, tapi ada syaratnya. Permak dulu wa
Last Updated : 2026-01-14 Read more