Share

season 2

Penulis: KolongLangit_15
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-14 14:58:53

Bian baru bisa bernafas lega saat motornya sampai di bengkel. Bengkel sudah buka, dua orang pegawainya tampak sudah sibuk. Mungkin ini yang katanya rezeki pernikahan. Setelah menikah, bengkelnya makin ramai. Entah karena alat yang sekarang makin langkap, atau apa, yang pasti penghasilannya bertambah sekarang.

"Matanya dijaga!" Bian menyadarkan kedua anak buahnya yang sedang menatap Aqilah cengo.

"Yang punya ada di sebelahnya, masih berani aja kalian ngeliat kayak gitu."

Kadua orang yang keciduk itu langsung tertawa malu.

"Maklum bos, jarang lihat yang bening."

"Tuh bening," Bian menunjuk etalase kaca tempat menyimpan sparepart. "Liat aja itu, jangan bini gue." Bian menggandeng tangan Aqilah, mengajaknya masuk ke dalam. Biar gak sawan karena dilihatin terus.

"Mau sesuatu gak, biar aku suruh anak-anak beliin? Buat nemenin kamu biar gak bosen. Snack mungkin?"

Aqilah menggeleng, "Masih kenyang." Dia mengeluarkan ponsel dari dalam tas. Akan menggunakan benda itu untuk membunuh kebosanan na
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Mobil yang dikendarai Bian sampai di basement apartemen. Melihat Aqilah yang tertidur nyenyak meski dalam posisi duduk, membuat dia kasihan hendak membangunkan. Sepertinya, wanita itu sangat lelah. Dia fikir, bos kerjanya santai, hanya pakai jari, tanda tangan dan sibuk nunjuk orang buat ngerjain ini dan itu. Tapi sepertinya, dia salah sangka. Buktinya, Aqilah terlihat sangat lelah, tiap hari lembur, pulang malam, bahkan lebih malam dari bawahannya.Bian melepas seatbelt Aqilah. Dia meneguk ludah melihat bibir pink menggoda yang sedikit terbuka. Bibir itu, seperti minta di kulum. Sebagai pria normal, jelas dia punya yang namanya nafsu. Mumpung Aqilah tidur, sepertinya tak masalah kalau mencicipi sedikit manisnya madu bibir tersebut. Lagian sudah halal, sudah jadi hak dia. Namun saat bibir mereka hanya tinggal berjarak beberapa centi, Bian mengurungkan niatnya, kembali menegakkan badan.Astaga Bian! Tidak, ini namanya mencuri, memaksa. Kamu sudah pernah janji untuk tidak menyentuh Aqil

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian mondar-mandir sambil melihat jam yang ada di dinding atas TV. Sudah pukul 8 lebih, tapi Aqilah belum pulang juga. Wajar sebagai suami, dia merasa cemas. Selama ini meski lembur, paling cuma sampai jam 7, tak pernah selarut ini. Apalagi saat ini, hujannya sangat deras, dia khawatir terjadi sesuatu pada Aqilah di jalan.Sudah dua kali dia mencoba menghubungi, tapi tak dijawab. Pesannya juga tidak di balas. Untungnya dulu dia pernah di beri nomor telepon Sita, jadi Bian berinisiatif menelepon wanita tersebut."Saya sudah sampai rumah satu jam yang lalu, Pak. Tadi sih Bu Aqilah masih di kantor saat saya pulang," ujar Sita via telepon.Setelah mengucapkan terimakasih, Bian langsung menuju kantor tempat Aqilah bekerja menggunakan taksi online. Mobilnyamemang sengaja dia taruh di rumah ibunya karena kemana-mana, dia lebih suka naik motor.Di kantor, Aqilah yang baru menyelesaikan pekerjaan, segera berkemas lalu turun ke bawah. Karena terlalu fokus, dia sampai lupa waktu, tak sadar jika

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah tak langsung menjawab. Untuk beberapa saat, matanya dengan Bian saling bersitatap. Jantungnya berdebar kencang, apalagi saat pria di hadapannya itu tersenyum, jantungnya terasa mau meledak. Enggak, dia gak sedang jatuh cintakan? Mana mungkin dia jatuh cinta secepat ini, dengan pria yang baru dia kenal kurang dari sebulan. 28 tahun saja, dia tak pernah jatuh cinta, mana mungkin sekarang tiba-tiba jatuh cinta."Mbak!" suara cempreng Karin mengagetkan Aqilah. Dia mengalihkan tatapan dari Bian, gugup. "Mbak, kamu siapanya Bang Bian?" gadis itu tampak kesal karena lelah menunggu jawaban."A-aku......istrinya."Oh my God, Karin rasanya mau pingsan. Tadi saat mau berangkat ke tempat Bian, ibunya sempat melarang. Bilang jika Bian udah nikah, jangan ngejar lagi. Dia fikir ibunya bohong, hanya mengarang cerita agar dia putus asa pada Bian. Tapi ternyata....Bian tersenyum, puas dengan jawaban Aqilah. Dia melepaskan pinggang wanita itu karena wajahnya sudah bersih dan hatinya sudah puas d

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian hendak masuk menyusul Aqilah, tapi suara cempreng yang memanggilnya, membuat langkahnya berhenti lalu menoleh."Bang Bian, aku bawain makan siang buat kamu." Bukan, bukan Ayu, tapi Karin, anak pemilik warteg yang tak jauh dari bengkel. Dengan senyuman khasnya, berjalan lenggak lenggok mendekati Bian, dengan sekatong keresek berisi makanan.Heis, kenapa juga cewek centil itu datang, ujar Bian dalam hati."Aku bawain ayam bakar kesukaan Abang. Gak lupa pakai sambal terasi sama lalapan," ujarnya penuh semangat dengan senyum lebar. Tak lupa mengangkat kantong keresek berisi makanan yang aroma sedapnya sudah bisa tercium."Buat kita ada juga gak?" tanya Putra."Ada," sahut Karin cepat. "Sana ke warung ibu, masih banyak makanan. Tapi jangan lupa, bawa uang.""Ish, beli dong jatuhnya," sahut Putra."Ya iyalah. Namanya juga ke warung, ya beli," sahutnya nyolot."Bos aja di kasih gratis.""Iri?" tanya Karin."Ya iyalah.""Ya udah, besok aku kasih gratis, tapi ada syaratnya. Permak dulu wa

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian berdecak pelan mendengar Putra berteriak memanggilnya dari luar. Ada customer yang ingin mengambil mobil yang sudah selesai diperbaik katanya. Padahal masih ingin berduaan dengan Aqilah, tapi mau gimana lagi, dia harus bekerja. Sekarang, karna tidak hanya ibu dan Ayu yang jadi tanggungan nya. Ada Aqilah yang juga wajib dia nafkahi meski wanita itu sejak awal bilang, tidak akan menuntut nafkah sepeserpun darinya."Nih," Bian menyodokan ponselnya kearah Aqilah. "Kali aja pengen balesin komen atau cek Dм."Aqilah tersenyum simpul, "Aku gak sekepo itu juga kali," tolak nya dengan gaya khas dia, yang angkuh."Ya udah kalau gak mau." Bian hendak memasukkan kembali ponsel tersebut ke dalam saku wearpack, tapi tiba-tiba, Aqilah berseru. "Tunggu! Em....Aku lagi gabut. Kayaknya mending lihat-lihat HP kamu. Kali aja ada lagu yang seru."Bian mati-matian menahan tawa. Bisa-bisanya demi memberi makan gengsi, Aqilah membuat alasan tak masuk akal seperti itu. Mau denger lagu katanya? Ah... dia

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian baru bisa bernafas lega saat motornya sampai di bengkel. Bengkel sudah buka, dua orang pegawainya tampak sudah sibuk. Mungkin ini yang katanya rezeki pernikahan. Setelah menikah, bengkelnya makin ramai. Entah karena alat yang sekarang makin langkap, atau apa, yang pasti penghasilannya bertambah sekarang."Matanya dijaga!" Bian menyadarkan kedua anak buahnya yang sedang menatap Aqilah cengo."Yang punya ada di sebelahnya, masih berani aja kalian ngeliat kayak gitu."Kadua orang yang keciduk itu langsung tertawa malu."Maklum bos, jarang lihat yang bening.""Tuh bening," Bian menunjuk etalase kaca tempat menyimpan sparepart. "Liat aja itu, jangan bini gue." Bian menggandeng tangan Aqilah, mengajaknya masuk ke dalam. Biar gak sawan karena dilihatin terus."Mau sesuatu gak, biar aku suruh anak-anak beliin? Buat nemenin kamu biar gak bosen. Snack mungkin?"Aqilah menggeleng, "Masih kenyang." Dia mengeluarkan ponsel dari dalam tas. Akan menggunakan benda itu untuk membunuh kebosanan na

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status