Share

season 2

Penulis: KolongLangit_15
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-12 19:44:49

Suara alarm dari ponsel, membangunkan Aqilah dari tidur nyenyak nya. Rasanya masih ngantuk, tapi dia harus bangun untuk menunaikan kewajiban. Dia membuka mata perlahan sambil meregangkan otot. Begitu kesadarannya pulih, dia teringat sesuatu. Bukankah semalam dia tidur di bawah? Lalu, kenapa dia ada di atas sekarang?

Aqilah yang panik, membuka selimut, mengecek pakaiannya. Dia bernafas lega saat semua pakaiannya masih lengkap. Tapi Bian, dimana dia? Kenapa tidak ada di sebelahnya? Saat melihat ke bawah, dia dibuat terenyuh.

Ternyata Bian tidur di sana. Jadi pria itu semalam memindahkan dia ke atas, lalu menggantikan tempatnya tidur di bawah. Padahal bisa sajakan, Bian ikut tidur di atas tapi ternyata, suaminya itu tidak mau mengambil kesempatan saat dirinya tidur.

Aqilah turun dari atas ranjang. Melihat Bian seperti kedinginan, dia mengambil selimut yang tadi dia pakai, memakaikan pada Bian meski sebenarnya, pria itu sudah pakai selimut.

"Makasih."

Aqilah yang sedang berlutut merapika
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Suara alarm dari ponsel, membangunkan Aqilah dari tidur nyenyak nya. Rasanya masih ngantuk, tapi dia harus bangun untuk menunaikan kewajiban. Dia membuka mata perlahan sambil meregangkan otot. Begitu kesadarannya pulih, dia teringat sesuatu. Bukankah semalam dia tidur di bawah? Lalu, kenapa dia ada di atas sekarang?Aqilah yang panik, membuka selimut, mengecek pakaiannya. Dia bernafas lega saat semua pakaiannya masih lengkap. Tapi Bian, dimana dia? Kenapa tidak ada di sebelahnya? Saat melihat ke bawah, dia dibuat terenyuh. Ternyata Bian tidur di sana. Jadi pria itu semalam memindahkan dia ke atas, lalu menggantikan tempatnya tidur di bawah. Padahal bisa sajakan, Bian ikut tidur di atas tapi ternyata, suaminya itu tidak mau mengambil kesempatan saat dirinya tidur.Aqilah turun dari atas ranjang. Melihat Bian seperti kedinginan, dia mengambil selimut yang tadi dia pakai, memakaikan pada Bian meski sebenarnya, pria itu sudah pakai selimut."Makasih."Aqilah yang sedang berlutut merapika

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian membereskan ranjang, membersihkan kelopak bunga yang ada di atasnya. Sebenarnya agak sayang juga sih. Mengingat, pasti butuh biaya banyak untuk mendekor kamar ini. Tapi mau gimana lagi, tidur diatas hamparan kelopak mawar, rasanya tidak akan nyaman, takut gatal.Aqilah yang baru masuk ke dalam kamar, terkejut melihat ranjang yang sudah bersih, tidak ada satupun kelopak mawar diatasnya."Kamu yang beresin ini semua?" tanya Aqilah pada Bian yang baru keluar dari kamar mandi."Iya. Kenapa? Gak boleh diberesin ya?" Tiba-tiba saja, Bian takut telah membuat kesalahan. Mungkinkah Aqilah ingin tidur bersama bunga-bunga tersebut?"Sory, aku gak tahu kalau kamu pengen tidur diatas bunga.""Gak juga," sahut Aqilah datar."Oh... kirain kamu pengen malam ini, vibes nya kayak malam pengantin," canda Bian sambil menahan tawa."Kamu kali yang pengen kayak gitu." Cewek itu menyebikkan bibir, berjalan menuju meja rias. Duduk menghadap cermin, siap-siap memakai skin care."Kalau iya, gimana?" goda

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian tak bisa menahan diri untuk tidak berdecak kagum melihat kamar Aqilah. Pergi ke manapun, ke rumah teman, saudara, bahkan rumah Dave pun, tidak semewah ini kamarnya. Luas, interiornya mewah, dan barang-barang di dalamnya, semua tidak ada yang murahan.Namun yang lebih menarik perhatiannya dibanding semua itu, adalah ranjang dengan sprei putih yang dihias dengan sangat indah menggunakan taburan kelopak mawar merah. Di bagian tengah ranjang, kelopak mawar tersebut dibentuk menjadi gambar love. Di bagian dinding kepala ranjang, juga ada balon dengan tulisan love.Tak ingin merusak dekorasi khas kamar pengantin yang cantik itu, Bian memilih duduk di sofa. Empuk, itu kesan pertama yang dia rasakan. Sangat berbeda dengan sofa di rumahnya. Ah... kenapa pula dia jadi membanding-bandingkan seperti ini.Netranya menatap ke arah Aqilah yang duduk di kursi rias. Menghadap cermin, melepas sanggul dan segala hiasannya."Butuh bantuan?" tawar Bian."Gak perlu," tolak Aqilah. Melepas satu per sat

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Setelah acara inti selesai, dilanjutkan dengan acara lainnya termasuk ramah tamah. Bagitu semua tamu pulang, Harun baru menceritakan apa yang menimpa dirinya dan Pak Sholeh. Demi menghindari jalur rawan macet, Harun meminta Pak Sholeh mencari jalan alternatif lain agar cepat sampai. Dia sudah tak sabar, ingin melihat kedua putrinya yang hari ini menjadi pengantin.Namun naas, bukannya cepat sampai, mobil yang mereka tumpangi malah tertimpa pohon ditepi jalan yang roboh. Musim hujan seperti ini, memang rawan pohon tumbang. Untung bagian depan mobil yang tertimpa, tak tepat diatas mereka. Tapi tetap saja, Harun mengalami patah tulang kaki. Kakinya terjepit badan mobil. Sedang Pak Sholeh, untung dia hanya luka ringan saja."Kenapa gak ngasih kabar sih kalau emang kayak gitu," Darren terlihat kesal. Bukannya dia tak kasihan pada Harun, tapi gara-gara pria itu, hari ini dia pontang panting tak karuan karena harus mengurus banyak hal."Gimana mau ngasih kabar, ponselku hilang, begitupun d

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Kedatangan Harun menarik perhatian hampir semua orang yang ada disana. Bahkan Bian yang sedang mengucapkan ikrar kabul, menghentikan kalimatnya saat mendengar orang berkata, Pak Harun datang. Saat dia mengangkat wajah, ternyata benar, Papa kandung Aqilah tersebut datang.Darren menghembuskan nafas lega, begitupun dengan Rangga, yang langsung melepas jabatan tangannya dengan Bian.Aleya, wanita itu langsung menghampiri suaminya. Mengucapkan syukur tak henti-hentinya. Meski Harun tampak sedang tidak baik-baik saja, tapi bisa melihatnya ada disini, adalah sesuatu yang patut di syukuri."Mas." Aleya tidak berani memeluk Harun meski ingin. Dia melihat perban di kening Harun. Selain itu, kaki suaminya tersebut juga dibalut perban. Jalan menggunakan tongkat, seperti orang patah tulang. Dia dipapah oleh Pak Sholeh, supir yang menjemputnya."Aku tidak apa-apa." Dengan salah satu telapak tangannya, dia menyeka air mata Aleya.Darren dan Rangga juga mendekati Harun."Apa yang terjadi ?" tanya Da

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Yang akan dinikahkan pertama kali, adalah Aqilah dan Bian. Melihat mahar yang akan diberikan Bian pada Aqilah, penghulu sedikit memberi masukan. Tentang mahar yang lebih baik adalah sesuatu yang memiliki nilai.Hafalan surat memang bisa dijadikan mahar, namun itu tidak disarankan. Karena sudah ada mahar berupa emas, penghulu menyarankan, agar Bian melantunkan hafalan surat Ar Rahman menggantikan Qari, tidak menjadikannya sebagai mahar.Karena mahar tersebut adalah permintaan langsung dari Aqilah, Bian tidak bisa memutuskan. Dia ingin Aqilah yang memutuskannya. Dan ternyata, Aqilah tidak keberatan. Alasan dia memilih surat Ar Rahman sebagai mahar, semata-mata hanya karena tak ingin memberatkan Bian. Serta alasan lain yaitu tak ingin membuat Bian merasa malu jika hanya mampu memberikan mahar yang sedikit. Dia ingin pria itu tetap terlihat istimewa meski dengan mahar emas yang tidak seberapa apalagi jika dibandingkan dengan Dave. Dia yakin, pasti akan banyak yang membandingkan antara Bi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status