Mobil yang dikendarai Bian sampai di basement apartemen. Melihat Aqilah yang tertidur nyenyak meski dalam posisi duduk, membuat dia kasihan hendak membangunkan. Sepertinya, wanita itu sangat lelah. Dia fikir, bos kerjanya santai, hanya pakai jari, tanda tangan dan sibuk nunjuk orang buat ngerjain ini dan itu. Tapi sepertinya, dia salah sangka. Buktinya, Aqilah terlihat sangat lelah, tiap hari lembur, pulang malam, bahkan lebih malam dari bawahannya.Bian melepas seatbelt Aqilah. Dia meneguk ludah melihat bibir pink menggoda yang sedikit terbuka. Bibir itu, seperti minta di kulum. Sebagai pria normal, jelas dia punya yang namanya nafsu. Mumpung Aqilah tidur, sepertinya tak masalah kalau mencicipi sedikit manisnya madu bibir tersebut. Lagian sudah halal, sudah jadi hak dia. Namun saat bibir mereka hanya tinggal berjarak beberapa centi, Bian mengurungkan niatnya, kembali menegakkan badan.Astaga Bian! Tidak, ini namanya mencuri, memaksa. Kamu sudah pernah janji untuk tidak menyentuh Aqil
Terakhir Diperbarui : 2026-01-14 Baca selengkapnya