Aleya terkejut saat Harun masuk ke kamarnya tengah malam. Dia yang rebahan, langsung bangun. Panik, takut jika Aisyah melihat. Padahal jelas-jelas, suaminya sendiri yang masuk ke dalam kamar, tapi dia ketakutan seolah memasukkan suami orang ke dalam kamarnya."Mas, ngapain kamu ke sini?" Aleya turun dari ranjang, hendak menyuruh Harun keluar. Namun pria itu justru mengunci pintu dari dalam. "Mas, ini nggak bener. Keluar, Mas," Dia hendak memutar kunci yang masih melekat pada pintu, tapi Harun menahannya."Izinkan aku tidur di sini malam ini," ujar pria itu sambil memeluk Aleya dari belakang."Jangan gila," Aleya melepaskan pelukan Harun."Cepat keluar, jangan sampai Mbak Aisyah mergokin kamu di kamar aku."Bukannya keluar, Harun malah kembali memeluk Aleya, kali ini lebih erat, sampai Aleya kesulitan melepaskan diri."Aku juga suamimu, Leya. Kau juga berhak atas aku, bukan hanya Aisyah," ucap Harun di dekat telinga Aleya. Tubuh Aleya bergetar, kalimat barusan seperti penegasan bahwa s
Dernière mise à jour : 2025-11-26 Read More