Aku tidak menyangka Dante ternyata sangat mahir di dapur. Selama ini dia punya kesan seperti pria nakal, jadi aku benar-benar terkejut."Ini, makanlah dulu supaya setelah itu kamu bisa tidur lagi," katanya sambil tersenyum dan meletakkan makanan yang baru dibuatnya di hadapanku.Hanya ada kornet dan telur, tetapi semuanya dimasak dengan sempurna."Terima kasih," ucapku pelan sebelum mengambil alat makan.Sejak dia menculikku, aku belum makan apa pun, jadi sekarang aku benar-benar kelaparan. Aku tidak peduli meskipun terlihat memalukan. Aku langsung menyantap makanan di hadapanku dengan lahap.Sementara itu, dia hanya diam memperhatikanku dengan senyum di bibirnya. Saat makananku hampir habis, dia kembali berbicara."Maaf karena kamu sampai nggak makan. Jangan khawatir, mulai sekarang aku akan membiarkanmu berjalan-jalan di sekitar rumah supaya kamu nggak bosan," katanya.Aku tidak bisa menahan diri untuk menatapnya."Kenapa kamu melakukan semua ini? Kenapa kamu menculikku?" tanyaku.Di
Read more