Dewa dan Lily baru sampai di kantor. Lily memandang takjub kantor suaminya itu.Gedung tinggi berlapis kaca memantulkan cahaya pagi, membuat langkah Lily terhenti sejenak di depan pintu putar. Di dalam, suasana terasa sibuk namun rapi—derap sepatu beradu dengan lantai marmer, suara ketikan komputer bersahutan, dan aroma kopi menguar dari sudut pantry. Lily menarik napas pelan, matanya bergerak ke segala arah.“Kantor kamu besar sekali, Mas," ucapnya sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dewa tersenyum kecil, melirik Lily yang masih berdiri terpaku.“Kamu kelihatan seperti anak kecil yang baru pertama kali masuk toko permen, Sayang. Ekspresi mu lucu dan menggemaskan.”Lily menoleh cepat. “Aku cuma nggak nyangka aja kantormu sebesar ini. Kupikir… ya, biasa saja. Bahkan kantor ayahku nggak seluas ini, Mas.”“Ini juga gak gede-gede amat, Sayang. Cuma perasaan kamu aja. Tapi... ngomong-ngomong soal gede, kamu juga suka sama yang gede-gede, kan?” Dewa terkekeh, sedikit menggoda, lal
Last Updated : 2025-12-29 Read more