"Selamat pagi, Lina. Pak Dewa sudah ada di ruangannya?" tanya Rissa dengan nada sok akrab, sembari membenarkan letak tas branded-nya di bahu.Lina tidak membalas senyuman itu. Dia justru menatap Rissa dengan tatapan datar yang sulit diartikan. "Selamat pagi, Rissa. Pak Dewa lagi nggak pengen diganggu. Ada Bu Lily di dalam."Rissa mendengus remeh, tangannya sudah menyentuh gagang pintu ruangan Dewa. "Oh, ayolah. Gue punya laporan penting yang harus dibahas secara privat sama dia. Lo tahu kan, proyek ini nggak bisa jalan tanpa gue.""Sebaiknya Lo lepasin gagang pintu itu," potong Lina tegas, membuat gerakan Rissa terhenti. "Pak Dewa udah ngeluarin memo pagi ini. Mulai detik ini, seluruh tanggung jawab, akses dokumen, dan tugas-tugas Lo udah resmi dialihkan ke Rosa."Rissa ternganga. Matanya membulat sempurna. "Apa?! Rosa? Si anak baru itu? Lo bercanda, ya? Dia nggak tahu apa-apa soal detail proyek besar ini!""Rosa mungkin baru, tapi dia profesional dan tahu batasan antara peke
Last Updated : 2026-01-04 Read more