Di kediaman Aldo dan Nila terasa begitu sunyi, ada ketegangan yang merayap di sela-sela dindingnya. Sejak pulang dari acara syukuran di mansion baru Dewa, Aldo seperti kehilangan jiwanya. Pria itu lebih banyak diam, tatapannya kosong menembus jendela kaca yang menampilkan lampu-lampu jalanan Jakarta.Di pikirannya, hanya ada satu, Lily.Bayangan Lily yang mengenakan gaun putih tulang, dengan senyum yang jauh lebih dewasa dan anggun, terus berputar di benak Aldo seperti kaset rusak. Dia teringat bagaimana dulu Lily selalu menyambutnya pulang dengan pelukan hangat, bagaimana Lily memasakkan makanan favoritnya, dan bagaimana mereka pernah berbagi mimpi tentang masa depan yang kini justru diwujudkan oleh kakaknya sendiri, Dewa."Seharusnya itu aku yang ada di sampingnya," bisik hati kecil Aldo yang penuh dosa. Penyesalan yang selama ini dia tekan dalam-dalam, tiba-tiba meledak kembali hanya karena satu pertemuan singkat.Di kamar sebelah, Nila baru saja selesai menidurkan Tita, putri
最終更新日 : 2026-02-12 続きを読む