“Jadi gimana, gugatannya sudah dibikin?” Bapak kembali menagih Husain. Laki-laki itu seperti tidak sabar melihat anaknya bercerai. Padahal Husain ingin terus bersama Nashwa. “Belom, Pak, belom sempet.” Husain menggeleng. “Disempetin lah, jangan ditunda-tunda, kasian mbak-mbak yang nungguin kamu.” “Pak, bapak seneng, kalo saya sama Nashwa beneran cerai?” Husain melontarkan pertanyaan yang sejak kemarin mengganjal. “Tidak ada orang tua yang senang kalau anaknya cerai, tapi jika pernikahannya membuat sakit, lebih baik memang berpisah kan.” Bapak mengembuskan napas berat. “Tapi kalau saya tetap mau mempertahankan pernikahan, gimana, Pak?” Akhirnya kalimat yang sejak kemarin dipendam, terlontar juga. Bapak menghela napas panjang. “Nak, kalo sekiranya pernikahan ini membuat kamu nggak nyaman, lepaskan. Daripada terus-terusan menyakiti satu sama lain, lagipula apa mau wanita yang sedang menunggu kamu itu dijadikan istri kedua? Ah, saya juga nggak rela kalau anak saya dimadu, lebih bai
Last Updated : 2026-01-13 Read more