Dia mencoba lagi dengan pelan, menggulung pasta dengan garpu. Sesekali melihat cara Emas lalu mempraktekkan dengan pelan dan akhirnya berhasil. Dia langsung menyantapnya, rasanya asing tapi lezat. Dia mulai bisa menerima sensasi keju dan saus tomat pekat itu.Setelah beberapa menit makan dalam diam, Emas membuka suara dan berkata dengan suara pelan, "Kalau gak nyaman, kita bisa keluar sekarang."Denada langsung menggeleng dan lanjut berkata, "Gak. Aku nyaman, kok. Cuma grogi saja.""Grogi kenapa?" tanya Emas heran."Karena, duduk makan berdua dengan pria yang terlalu tampan, berkarisma dan kadang berubah-ubah seperti bunglon," batin Denada lirih. Ingin rasanya kalimat itu diucapkan, tapi dirinya tahan dan memilih berkata dalam hati."Karena semua ini terlalu mewah buat aku." Kalimat itu lolos dari bibirnya. Namun, Emas hanya menatap Denada, seperti membaca pikiran wanita itu.Setelah makanan dan minuman mereka habis, Emas mengang
Last Updated : 2025-11-24 Read more