"Aku gak akan pergi, Emas," kata Denada, seketika memecah kesunyian. Suaranya yakin, tidak menyisakan ruang untuk keraguan."Gak akan ada yang membawaku dan Abram pergi dari sini," sambung Denada dengan menatap intens suaminya.Emas menghela napas lega, seolah menahan selama beberapa jam. Beban terberat di pundaknya terangkat dan berkata, "Terima kasih, Nada.""Jangan berterima kasih dulu. Gimana pun juga aku masih terluka, sangat terluka tapi setiap aku ngeliat Abram dan selama ini mengingat kamu merawatnya ... aku gak bisa benci kamu. Aku sudah coba, tapi tetep gak bisa. Ini juga mutlak kejahatan Tristan," kata Denada, matanya masih terpaku kepada anaknya.Kini, wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap Emas lalu melanjutkan ucapannya, "Selama banyak bulan yang aku lewati di desa itu, setelah kehilangan segalanya, aku berdoa setiap malam. Aku gak minta kekayaan atau kehidupan yang mudah. Aku cuma memohon untuk satu keajaiban kecil, aku bisa melihat anakku lagi, walau hanya sedetik
Last Updated : 2025-12-01 Read more