"Gak apa-apa, cuma nyeri disusui," kata Denada berbohong. Dia yakin apa yang dirasakan tidak berarti apa pun untuk pria itu, sehingga memilih untuk memendam. Emas tidak mengatakan apa pun, memilih untuk fokus dengan kemudinya.Hening menguasai suasana di dalam mobil itu, tidak ada yang berani bicara, hanya suara banyaknya mobil dan motor yang lalu lalang. Pria itu memancarkan aura dingin.Pukul 12.00. Tepat tengah hari.Emas, Denada dan Lina sudah sampai di rumah lalu keluar dari mobil. Rumah besar itu menyambut mereka dalam sunyi. Pelayan yang datang menunduk sopan ketika mereka melangkah masuk."Selamat datang, Tuan," sapa para pelayan menyambut dengan sopan. Pria itu hanya mengangguk singkat dengan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumahnya. Lina, sang perawat membantu Denada naik ke lantai dua, menuju kamar yang sebelumnya. Kamar bayi Carlo."Kalau ada sesuatu, panggil saya ya, Non?" kata Lina berbisik, menatap Denada dengan iba. Wani
Terakhir Diperbarui : 2025-11-22 Baca selengkapnya