Vivian menatap mikrofon itu, lalu menatap Juno. Wajah pemuda itu, yang biasanya terlihat tegang dan serius saat bekerja, kini terlihat santai, lucu, dan sangat... menarik. Kepalanya mulai berputar, tetapi hatinya terasa ringan, ringan seperti balon yang baru saja dilepaskan dari tali."Aku... aku tidak menyanyi, Jun," kata Vivian."Aku tidak peduli. Kita menyanyi sekarang," desak Juno, nada menuntutnya semakin manja dan mabuk. Ia menyerahkan mikrofon kedua ke tangan Vivian. "Ayo, Ratu. Aku akan menyanyikan lagu duet. Aku ingin mendengar suaramu yang asli. Suara Vivian, yang bebas."Vivian akhirnya menyerah, terkikik geli. Ia memilih lagu balada yang ia dengarkan saat masa mudanya, lagu tentang melepaskan masa lalu yang menyakitkan. Mereka menyanyi. Vivian bernyanyi dengan suara yang serak, terkadang fals, tetapi penuh perasaan. Juno mengimbanginya, menatapnya dengan mata yang kini berkabut karena alkohol, tetapi dipenuhi kekaguman yang nyata.Waktu berlalu tanpa terasa. Ketika bot
Last Updated : 2025-11-21 Read more