Ia menahan diri agar tidak meledak di depan iblis tua ini. Percuma.Tanpa bicara lagi, Lin Tian berbalik dan masuk ke dalam gua.Di dalam, cahaya bintang mengalir, sangat terang, seperti dunia lain. Rasanya seolah semua hal di luar lenyap. Ia berdiri di hadapan deretan pegunungan.Di depannya, seekor elang hitam muda berdiri.Elang itu kecil, belajar terbang dengan canggung. Kepakan sayapnya bahkan terasa lucu.Namun seiring waktu, sayapnya tumbuh, tubuhnya membesar. Ia mulai terbang—mula-mula lambat, lalu cepat, lalu secepat kilat, seperti angin puting beliung. Dalam setiap kepakan, ia jadi lebih matang, pandangannya makin tajam.Elang itu mulai berburu. Ia melayang menantang badai, bertarung melawan monster, memperkuat diri lewat luka dan bahaya.Matanya perlahan menjadi dingin dan mendominasi, ketajamannya seperti tak berujung.Ia menukik dari langit, cakarnya merobek ular piton raksasa.Ia melintasi hutan monster, membantai yang kuat, tubuhnya memancarkan aura meremehkan dunia.El
続きを読む