Selain itu, badai yang akan datang bisa menjadi pertempuran penentu yang secara langsung menentukan nasib negara Chu. "Saudara Lin." Chu Wuwei berdiri di paviliun, menatap Lin Tian, lalu berkata sambil tersenyum, "Jamuan makan ini telah disiapkan sejak lama." Langkah Lin Tian goyah. Sosoknya melayang ke udara dan dengan cepat tiba di paviliun. Saat ini, Chu Wuwei mengundangnya ke sebuah jamuan makan, tetapi dia tidak tahu apa maksudnya. Namun, surat penyesalan diri Chu Wuwei itu terasa sangat kuat baginya. Di atap gedung, dalam sebuah jamuan makan, hanya ada dua orang yang duduk saling berhadapan. "Yang Mulia..." Lin Tian hendak berbicara ketika Chu Wuwei melambaikan tangan. Ia menatap Lin Tian lalu berkata, "Kalau kau tidak keberatan, bagaimana kalau kau memanggilku Kakak Chu?" Lin Tian menatap tatapan lembut Chu Wuwei, yang seolah memiliki pesona unik yang membuat orang merasa sangat nyaman. Ia tersenyum lalu berkata, "Saudara Chu, apa yang membawamu kemari hari ini?" "Kerajaan Chu
더 보기