Pikiran itu begitu kuat, begitu nyata, hingga dadanya sesak. Dara cepat-cepat memalingkan wajahnya menatap kembali langit-langit, berusaha meredam gejolak yang tiba-tiba mengamuk dalam dirinya.Tiba-tiba, Rendra bergerak. Suaranya parau karena mengantuk.“Sayang? Kamu belum tidur?” matanya setengah terbuka, menatap Dara penuh kekhawatiran.Dara terkejut, tetapi dia berusaha tenang. “Eh, iya. Agak susah tidur padahal aku capek banget. Kamu lanjut tidur aja, Ren.”Rendra menguap lebar, tetapi tidak langsung menutup matanya. Dia memandangi Dara dengan tatapan lembut yang membuat Dara makin tidak karuan.“Kamu mikirin Arkha, ya? Besok sore ‘kan dia pulang. Coba tarik napas dalam, Sayang. Semua akan baik-baik aja.” Senyum kecil Rendra mengembang, meski ada kecemburuan di matanya.“Semua akan baik-baik saja.” Kalimat yang selalu diucapkan Rendra padanya, sejak mereka bertemu di bangku kuliah, dulu. Dara te
Terakhir Diperbarui : 2025-12-14 Baca selengkapnya