Hari itu di klinik Rendra terasa seperti hari biasa. Konsultasi dengan pasien, catatan medis, lalu ruang kerja yang dipenuhi keheningan. Hingga, saat dia hendak mengambil dokumen dari ruang kerjanya yang terletak di ujung koridor, matanya tertumbuk pada pemandangan yang membuat jantungnya berhenti berdetak sejenak.Dara.Berdiri di depan pintu ruang kerjanya, tubuhnya terlihat lebih kecil dan rapuh dalam jaket denim sederhana. Wajahnya pucat, mata yang masih menyimpan bayangan kesedihan, tetapi ada sesuatu yang berbeda di matanya. Seperti sebuah ketegasan, atau mungkin keputusasaan, yang memancar darinya.Refleks Rendra lebih cepat bergerak dari pikirannya. Tanpa memeriksa sekeliling, tanpa memperhatikan lorong kosong atau sudut-sudut yang mungkin menyimpan pengintai, tangannya meraih lengan Dara dengan lembut namun pasti. Dengan gerakan cepat, dia menariknya masuk ke dalam ruangan yang aman, menjauh dari pandangan antrean pasien lainnya.
Last Updated : 2025-12-21 Read more