Mobil Rendra berhenti tepat di depan rumah Marini. Begitu Dara dan Rendra turun, Marini yang sudah menunggu di teras langsung tersenyum lebar, matanya berbinar melihat mereka.Dengan sikap yang sangat hormat, Rendra menggenggam tangan Dara dan menuntunnya mendekati Marini. “Kami datang, Bu,” ucapnya lembut, lalu membungkuk untuk mencium tangan ibu Dara dengan penuh takzim, seperti menantu ideal yang sedang ia perankan saat ini.“Aduh, Rendra, nggak usah sungkan-sungkan gitu,” sahut Marini, wajahnya cerah. Tapi dia jelas tersanjung dengan sikap sopan Rendra. “Ayo masuk, masuk. Udah siapin makanan favorit kalian.”Dia memandang Dara dengan penuh kasih. “Dara, lihat tuh calon suamimu. Sopan banget. Kamu harus jaga dia baik-baik ya, Nak.”Dara memaksakan dirinya untuk tersenyum, “Iya, Bu.”Sementara Rendra hanya tersenyum, dengan sempurna memainkan peran menantu idaman, sambil diam-diam menggenggam tangan Dara lebih e
Terakhir Diperbarui : 2025-12-12 Baca selengkapnya