Suara Rendra yang serak dan rendah bergema tepat di samping telinga Dara, lebih terasa daripada didengar. Dara sengaja tidak menoleh. Tangannya, yang sedang memegang siung bawang putih, hanya berhenti sejenak di atas talenan. Napasnya sedikit lebih dalam, tetapi gerakannya sengaja tetap tenang, terkendali.“Bukan menggodamu,” balas Dara, suaranya datar sementara jarinya mulai mengupas bawang putih dengan gerakan terukur. “Aku hanya ... tidak mau merasa seperti tersembunyi lagi.”Jawaban datar itu membuat Rendra memahami. Ini bukan permainan menggoda dan digoda. Melainkan sebuah undangan. Bahwa bahwa tubuhnya, sensasinya, keinginannya, tidak lagi menjadi subjek yang bisa disembunyikan, diabaikan, atau dimiliki orang lain dengan paksa.Ia sedang dengan sengaja, menjadi nyaman dalam dirinya sendiri, dan membiarkan Rendra menyaksikan proses itu.Rendra menempelkan dagunya di bahu Dara, matanya terpejam. “Aku tahu,” gumamnya, kali i
Last Updated : 2026-02-09 Read more