“Panggil pelayan itu kemari, waktu yang aku berikan sudah habis, jika dia tidak kunjung hamil, habisi dia di tempat langsung!” titah Ratu Agung dengan jelas.“Bukan hamba bermaksud lancang, Yang Mulia, tapi bukankah menghabisinya sama saja dengan mengundang kemarahan Pangeran Kedua. Kita tahu sendiri kekuatannya seperti apa,” bantah Momo dengan benar.“Panggil saja, dia tidak akan pernah berani menyakiti ibunya.” Sang Ratu memandang kuku besi tangannya yang masih baru, ada ukiran phoenix dan bagian ujungnya sangat tajam.“Baik, Yang Mulia.” Momo memberi hormat dan memanggil para pelayan lain, agar membawa serta A Ruo ke paviliun sang ratu, dengan dalih memeriksa Kaisar.Sampai di sana, Shen Yuan sudah curiga, batas waktu yang diberikan ibundanya adalah hari itu dan A Ruo tak akan bisa hamil seperti kata Ye Lin. Wadah tubuhnya tak kuat menampung makhluk baru di dalam rahimnya.“Aku ikut!” kata Shen Yuan dengan jelas.“Maaf, Pangeran, tapi Ratu Agung hanya meminta Nona Ruo datang sendiri
Last Updated : 2026-03-03 Read more