Suasana di kamar A Ruo mendadak berubah. Shen Yuan berdiri dengan aura yang mampu membekukan genangan air dalam sekejap. Di tangannya, sebilah pedang tipis berbahan es kristal sudah mengarah tepat ke leher A Ruo."Kau terlalu lancang, Lian Ruo. Mencampuri urusan dapur, mendekati prajuritku, dan sekarang kau berani memerintahku tanpa izin?" Suara Shen Yuan menggelegar. "Hukuman bagi pelayan yang melewati batas adalah kematian."A Ruo, yang masih memegang beberapa bahan dapur, bukannya gemetar, ia malah menguap lebar. Ia melirik ujung pedang es itu dengan tatapan menilai, seolah sedang melihat alat bedah yang kualitasnya kurang bagus."Pangeran, kalau mau membunuh orang itu ada seninya," celetuk A Ruo santai.Shen Yuan mengernyit di balik topengnya. "Apa katamu?""Itu pedangnya terlalu ke atas. Kalau kau tebas di sini, aku tidak langsung mati. Aku akan megap-megap karena trakea yang hancur, darahnya muncrat ke mana-mana, kotor, bau amis, dan kau harus melihatku kejang-kejang selama lima
Terakhir Diperbarui : 2025-12-25 Baca selengkapnya