Ye Wanqing dengan mudah menyuapi Muchen makan tanpa perasaan—bukan karena ia masih seperti Ye Lin yang dulu—melainkan karena ia sudah biasa melakukan hal itu dengan mantan pacar-pacarnya.“Waah, Nona Ye, kau mahir sekali menyuapi Pak Yan makan,” kata Xu Wen yang juga menikmati makan siang di kursi depan. “Apa tidak bisa berhenti sebentar saja, ya? Kenapa harus makan di dalam mobil coba,” gerutunya lagi.“Aku sudah biasa dulu dengan teman-teman lelakiku,” jawab Ye Wanqing dengan santai.“Uhuk, uhuk!” Yan Muchen tersedak batuk karena mendengar pengakuan itu.“Oooh, sudah biasa? Dengan teman atau pacar?” Sengaja Xu Wen memancing dengan menanyakan hal itu.“Hehe, dengan pacarku.” Ye Wanqing dengan jujur mengakuinya.“Umur masih semuda ini sudah tiga kali pacaran?” Yan Muchen menatap Ye Wanqing dengan pandangan aneh, ada ketidaksukaan yang tak bisa ia sembunyikan.“Pak CEO, wajar, namanya juga anak muda, hidup harus dinikmati. Memangnya Pak CEO tidak pernah pacaran?” celetuk Xu Wen begitu
続きを読む