LOGINApakah Lian Ruo berhasil menyembuhkan kutukan es pada tubuh Pangeran Kedua? Sedangkan dia sendiri bingung mengapa jiwanya terlempar dari masa depan sebagai dokter ke masa lalu sebagai pelayan kamar pribadi lelaki sedingin es itu.
View More“Da Ge, apa yang terjadi?” Shen Yuan melompat lebih dekat ketika melihat kakak pertama dan istri kakaknya ada di atas atap. Tentu saja tak lupa ia bawa A Ruo.“Aku tidak tahu, aku baru melihatnya.” Yanzuo melirik ke arah gerbang belakang istana.“Ini bahaya yang pernah aku lihat. Kalian berdua yang membawanya, bintang jahat dari Utara!” ketus Ye Lin serius, lalu tatapannya beralih pada A Ruo. “Nona Ruo, kau seharusnya sudah pergi dari sini, kenapa masih tinggal?”“Eh, aku?” A Ruo menunjuk dirinya sendiri. “Aku mana bisa pergi sendiri kalau tidak dibawa Pangeran Kedua.”“Bukan pergi ke Utara maksudku, tapi pergi ke tempat tinggalmu yang seharusnya.” Ye Lin gemetar tubuhnya sampai terlihat berkeringat dingin.“Lin’er, katakan apa yang terjadi? Aku tidak mengerti sama sekali.” Yanzuo menuntut penjelasan.“Tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan, habisi makhluk-makhluk itu sebelum membunuh orang yang tidak bersalah. Pangeran Kedua, mohon dengan sangat bawa Nona Ruo pergi ke tempat yang ama
Badai salju di luar istana tidak mampu memadamkan lautan obor yang dibawa oleh belasan ribu pasukan pemberontak. Derap langkah kuda perang dan suara sepatu besi menyatu menjadi genderang kematian yang memekakkan telinga.Jenderal Zhao duduk di atas kuda perangnya. Ia menatap gerbang kayu raksasa berlapis besi di depannya dengan senyum penuh kemenangan meski belum tentu ia akan menang.Di belakangnya, barisan sarjana, pejabat menteri sayap kiri dan kanan, serta prajurit bayaran berdiri rapat, siap menumpahkan darah demi menggulingkan rezim Ratu Agung.Hanya saja banyak orang yang terkecoh. Sebagai ahli taktik yang licik, Jenderal Zhao tidak sudi menempatkan dirinya di garis depan. Ia tahu Pasukan Phoenix yang menjaga istana bukanlah lawan yang bisa diremehkan.Tentu saja ambisinya menjadi kaisar baru sangat besar melebihi harga diri, apalagi kesadaran dirinya."Pasukan berani mati, maju! Hancurkan gerbang itu! Siapa pun yang berhasil memenggal kepala Pasukan Phoenix lebih dulu akan kub
Jelang malam hari, suasana di dalam kediaman utama Ratu Agung justru terasa sangat mencekam dengan cara yang berbeda.Pintu kayu besar di kamar Ratu Agung didobrak hingga terbuka dengan kasar. Seorang komandan Pasukan Phoenix menerobos masuk dengan napas memburu.Ia mengabaikan segala tata krama istana, langsung bersujud dan memberi tahu hal yang sangat penting.“Yang Mulia Ratu Agung, keadaan di luar tak terkendali!" lapor komandan itu dengan suara tertahan."Jenderal Zhao telah menggerakkan pasukan militer besar-besaran. Para sarjana, menteri sayap kiri dan kanan, serta bangsawan terkemuka telah bersekutu di bawah pimpinannya. Mereka membawa ribuan pasukan dan sedang bergerak menuju gerbang utama malam ini juga!"Ratu Agung tidak terlihat panik atau marah, ia justru menyandarkan punggungnya ke singgasana emasnya. Kemudian terdengar tawa nyaring keluar dari bibir merah wanita penguasa itu. Seolah-olah ia adalah penguasa yang tak akan bisa digulingkan oleh titah dewa sekalipun."Merek
Setelah meninggalkan perjamuan pernikahan yang sangat sepi itu, Shen Yuan dan A Ruo kembali ke Paviliun dengan langkah cepat. Waktu mereka tidak banyak.Ketika sampai di dalam kamar yang mulai dingin, A Ruo sibuk memasukkan beberapa jubah tebal dan perlengkapan medisnya ke dalam buntelan kain, sementara Shen Yuan mengikat pedang panjang di punggungnya.Pintu paviliun terbuka. Shen Li berdiri di depan pintu dengan napas terengah-engah. Putri bungsu Kaisar itu rupanya berlari menyusul mereka setelah diam-diam menjenguk ibunya di Istana Dingin.Tanpa mempedulikan tata krama, gadis belia itu langsung berhambur ke depan dan memeluk erat pinggang Shen Yuan."Da Ge ..." kata Shen Li terisak.Tubuh rampingnya menggigil karena energi dingin dari tubuh Shen Yuan. Namun, ia menolak melepas pelukannya. Tangannya mencengkeram jubah putih Shen Yuan dengan sangat kuat."Li'er," ucap Shen Yuan lembut. Ia menarik napas dalam-dalam agar hawa dinginnya tak menyakiti adiknya. Tangannya yang putih pucat m
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews