LOGINApakah Lian Ruo berhasil menyembuhkan kutukan es pada tubuh Pangeran Kedua? Sedangkan dia sendiri bingung mengapa jiwanya terlempar dari masa depan sebagai dokter ke masa lalu sebagai pelayan kamar pribadi lelaki sedingin es itu.
View MoreMalam itu langit gelap tanpa sinar bulan dan bintang. Shen Yuan menggunakan pakaian serba hitam, bahkan rambutnya pun ia tutupi, apalagi kedua telapak tangannya yang dilapisi sarung.Lelaki berambut putih itu menarik napas panjang dan melompat sangat tinggi dari paviliunnya, lalu mendarat dengan pelan di luar gerbang tanpa ketahuan. Malam itu ia pergi sendirian untuk mencari keberadaan adiknya.Ada seorang perempuan berdiri sendirian dengan baju hijau tua dan ikat rambut seadanya. Kesalahan yang dilakukan gadis itu adalah membawa lampion yang mencolok. Angin dingin datang dengan cepat memadamkan lampion tersebut, lalu sebuah tangan membekap mulut Shen Li hingga gadis itu ketakutan.“Shuut, aku datang menepati janji, jangan ribut,” pinta Shen Yuan dan Shen Li mengangguk. Lalu Pangeran Kedua menjauhkan tangannya dari bibir Shen Li.“Er Ge, kita benar-benar hanya berdua saja?” Shen Li mengikuti langkah kakaknya.Tak sengaja mereka berpapasan dengan pasukan yang sedang patroli. Shen Yuan
Pagi itu suasana istana sangat resmi dan sakral. Dengan kekuasaannya sebagai Kaisar sementara, Wei Lan Yi kini melantik dirinya sendiri sebagai Ratu Agung. Di sebelahnya, A Yue sebagai Peramal Agung membimbing jalannya prosesi itu.Ratu Agung Wei Lan Yi duduk angkuh dalam balutan jubah sutra berwarna merah darah pekat, dihiasi sulaman benang emas bermotif burung phoenix berekor sembilan yang tampak hidup dan mengintimidasi.Di atas kepalanya bertengger mahkota kebesaran dari emas murni yang sangat berat, dipenuhi ukiran tajam yang melambangkan kekuasaan mutlaknya atas seluruh istana. Untaian rumbai mutiara hitam dan merah yang menjuntai menutupi sebagian wajahnya berhasil menyamarkan sorot mata mematikan sang Ratu.Tanpa kehadiran Kaisar, Pangeran Pertama, apalagi Pangeran Kedua, upacara dijalankan dengan penuh rasa takut. Bagaimana tidak, setiap sisi istana kini dipenuhi dengan kehadiran Pasukan Phoenix yang jumlahnya bertambah dua kali lipat.Tidak ada satu pun menteri ataupun jende
Sesampainya di rumah, Ye Lin langsung menghadap ayahnya yang berdiri tegak di aula utama keluarga. Ia meminta maaf karena tidak memberi kabar selama dua hari.“Lagi pula kau sedang menjalankan perintah dari Permaisuri, Ayah tidak bisa melarangmu,” ucap Jenderal Besar Ye sambil menghela napas pendek.“Ayah, aku tahu Ayah sedang berbohong.”“Ayah hanya tidak ingin kau terlalu dekat dengan keluarga kerajaan. Beri jarak agar mereka tidak semena-mena padamu.” Jenderal Besar Ye berbalik.“Aku tidak punya pilihan lain, Ayah.”“Andai saja waktu bisa diputar lagi, Ayah tidak akan membawamu ke dalam istana. Ayah lebih memilih menikahkanmu pada kerabat jauh saja.”Ye Lin bangkit dan membawa ayahnya agar duduk saja. “Ayah, aku tidak punya perasaan, bagaimana caranya aku akan menikah? Kasihan suamiku nantinya.”“Haiyaah, kau ini polos sekali. Sejak kapan menikah pakai perasaan? Cocok dulu baru perasaannya tumbuh terus.”“Itu dia masalahnya, selama ini aku tidak pernah cocok dengan orang,” tekan Ye
Yanzuo sedang duduk di pinggir ranjang sambil menanti Ye Lin sadar. Lubang bekas gigitan hantu yang terdapat di beberapa bagian tubuh sang Jenderal sudah mulai menutup dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas.Dua hari sudah Ye Lin tak sadarkan diri, dan ayahnya sempat mencari ke istana, tapi kemudian pulang setelah mendapat jawaban dari Permaisuri.“Air ... air ....” Terdengar suara dari bibir Ye Lin.Yanzuo lekas bergerak memberikan air dari teko. Ia dekatkan ke bibir gadis itu dan langsung diteguknya dengan rakus. Ye Lin menarik napas dalam-dalam sebelum membuka matanya, dan ketika Yanzuo duduk di hadapannya ia pun ingin duduk tapi ....“Jangan paksakan dirimu, tidak usah memberi hormat.” Yanzuo menahan Ye Lin.“Apa yang terjadi?” tanya gadis itu pelan sekali, sampai Pangeran Pertama tak dengar dan mendekatkan telinganya. Setelah diulang kedua kalinya baru Yanzuo mendengarnya.“Kau pingsan karena menolongku.”Ye Lin meraba tubuhnya, ia sudah mengenakan baju perempuan dan tidak te
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews