LOGINApakah Lian Ruo berhasil menyembuhkan kutukan es pada tubuh Pangeran Kedua? Sedangkan dia sendiri bingung mengapa jiwanya terlempar dari masa depan sebagai dokter ke masa lalu sebagai pelayan kamar pribadi lelaki sedingin es itu.
View MoreYe Lin masuk perlahan sekali ke dalam kamar Yanzuo pada malam hari. Sebelumnya ia telah memastikan lelaki itu tidak ada di tempat.Entah ke mana perginya sang Pangeran Api itu, bukan urusannya juga. Yang jelas ia harus menjalankan perintah dari Permaisuri langsung.Jubah itu ia letakkan di atas ranjang. Kamar sang Pangeran sangat gelap tanpa ada sumber api sama sekali.Ye Lin menoleh ke sekelilingnya dan ia pastikan kalau Yanzuo memang tidak ada. Namun, ketika ia bergerak satu langkah saja, sebuah sinar di sudut ruangan menyala dengan terang. Bentuknya menyerupai mata api.“Untuk apa kau mengendap-endap masuk ke dalam kamarku?” Sosok di sudut ruangan itu berdiri dan dari sekujur tubuhnya menyala api yang sangat terang walau tak terasa panas di dekat Ye Lin.“Pangeran, maafkan atas kelancangan hamba. Hamba datang hanya untuk mengantar jubah dari Permaisuri.”“Oh, ibuku baik hati sekali. Kira-kira apa yang dia inginkan dariku?” Yanzuo memadamkan api di tubuhnya setelah ia menghidupkan b
Seorang anggota Pasukan Phoenix berlari menuju paviliun Permaisuri di malam hari dengan terburu-buru. Ia mengetuk pintu dan ketika Momo keluar, langsung membisikkan sesuatu.Momo masuk dan memberi hormat pada Permaisuri yang sedang menyisir rambut panjangnya.“Biarkan dia masuk,” kata Permaisuri tanpa mengalihkan pandangannya.Tak lama kemudian seorang pasukan itu memasuki kamar pribadi Permaisuri.“Katakan apa yang kau lihat.” Permaisuri meletakkan sisir emasnya dengan perlahan.Pasukan itu menunduk dan memberi hormat dengan sangat dalam. Ia menceritakan apa yang ia lihat di kediaman Pangeran Api.“Ini menarik, aku memang meminta Jenderal Ye secara khusus untuk mengawasi putra pertamaku. Tapi aku tidak pernah memikirkan kalau keduanya akan memiliki kedekatan yang sangat intim.”Permaisuri diam sejenak. “Apakah setiap hari Jenderal Ye memasuki kamar Yanzuo?”“Tidak selalu, Yang Mulia Permaisuri, tapi setiap kali memasuki kamar Pangeran Pertama, keluarnya bisa sangat lama.”“Hmm, apa g
Ye Lin kembali datang mengunjungi Yanzuo. Ia masuk ke kamar seperti biasa dan tidak dihalangi.“Kenapa, merindukanku?” tanya Yanzuo yang sedang baring-baring di ranjang.“Aku tahu kau memiliki niat jahat datang kemari, kau dan adikmu itu.” Ye Lin duduk di kursi dekat meja bundar.“Lalu kalau kau tahu, kenapa tidak melaporkan pada ibuku saja? Bukankah kalian sangat dekat.” Yanzuo duduk dan menatap wajah datar Ye Lin yang kini memandangi seluruh isi kamarnya.“Tidak ada bukti, tapi aku membaca niat saja.”“Oh, ya? Kalau begitu kejahatan apa yang akan aku lakukan, juga adikku yang baik itu? Aku sangat penasaran mendengar jawabanmu.” Yanzuo bertopang dagu, ia memutar giok papan namanya dan sangat menanti jawaban Ye Lin meski hanya sebatas dugaan saja.“Kau berniat merebut takhta kekaisaran, bahkan sejak kau membakar para prajurit yang tidak bersalah, benar tebakanku bukan?”Yanzuo bertepuk tangan. Ia sama sekali tidak menyangkal karena memang tebakan Ye Lin benar.“Lalu kenapa kau tak mer
“Ibumu bukan wanita kuat, Pangeran. Dia tidak sekuat yang kau bayangkan. Karena itu jangan pergi dari sini.” Tatapan mata Ye Lin jadi lebih mendalam pada Yanzuo.“Kau ingin aku tidak meninggalkan ibuku, atau kau tidak ingin aku meninggalkanmu?” Yanzuo—lelaki dengan rambut merah itu menatap Ye Lin sambil tersenyum.Ye Lin tidak langsung menjawab. Jenderal wanita yang biasanya tegas itu kini tampak sedikit goyah. Ia mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Yanzuo dan beralih menatap langit yang malam itu tidak berbintang."Tugasku adalah memastikan senjata terkuat kekaisaran tidak hancur sia-sia, Pangeran," jawab Ye Lin kaku. Ia berusaha memasang kembali tembok pertahanannya."Jawaban yang membosankan. Itu lagi, itu lagi. Tidak bisakah kau menikmati hidupmu sebentar saja?” Yanzuo meniup anak rambutnya yang jatuh ke mata.Ye Lin kembali tidak menjawab. Diamnya membuat Pangeran Api itu geregetan setengah mati.‘Mungkin aku harus mencobanya lagi,’ batin Yanzuo tidak menyerah.Tangan Yanz
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews