Malam turun perlahan di Pulau Alcatraz, membawa suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan keramaian siang tadi. Angin laut berhembus pelan, menyapu area markas dengan ritme yang stabil, seolah ikut menenangkan ketegangan yang perlahan berkumpul di dalam salah satu ruangan inti. Ruangan itu tidak terlalu besar, namun dipenuhi aura yang dalam. Nathan berdiri di tengah, tatapannya serius. Di sekelilingnya, beberapa orang terdekat berkumpul, tetapi tidak ada yang berbicara dengan suara keras. Semua memahami bahwa apa yang akan dilakukan malam ini bukan hal sederhana. Di depan Nathan, Rania duduk dengan tenang. Ekspresinya tidak menunjukkan penolakan, tetapi juga tidak sepenuhnya memahami apa yang akan terjadi. Sejak kehilangan ingatannya, dunia baginya terasa asing, dan orang-orang di sekitarnya seperti potongan cerita yang tidak bisa ia susun. Namun ada satu hal yang berbeda. Setiap kali ia menatap Nathan, ada perasaan aneh yang muncul. Bukan sekadar penasaran. Melainka
Read more