“Benar, Sophia. Kenapa kau tadi tidak mengusirnya?”Salah seorang temannya yang lain bahkan secara terang-terangan menatap ke arah Elang yang sedang menunggu barang yang dibelinya dibungkus.Gadis yang berpenampilan begitu rapi itu mengernyitkan dahi, “Sebenarnya aku lebih heran pada security yang membiarkan dia masuk.”“Eh, kalau manager mall ini tahu, security bagian depan itu pasti akan dipecat karena membiarkan seorang pengemis jalanan masuk.”Sophia membelalakkan mata, menatap teman-temannya dengan tatapan kaget sekaligus kecewa.“Sophia, kenapa kau masih diam saja? Cepat usir dia dari sini!”“Dia pasti juga tidak akan sanggup membayarnya,” sahur temannya yang lain. Sophia menggigit bibir bawahnya dan malah menoleh ke arah Elang dengan tatapan cemas.Sophia langsung membungkukkan badan lalu berkata, “Tuan, saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.”Elang mengangguk paham, mengagumi sales tersebut ternyata memiliki sikap yang baik. Setelah mengucapkan permohonan maafnya, Sophia
Last Updated : 2026-01-16 Read more